Review Pompa ASI + Dot Bayi (cerita ASI)

Bicara soal ASI, baby R dan saya sama -sama belajar dari nol. Mulai dari doi yang kesusahan ngenyot langsung, sampai bingung puting, sampai dengan sekarang sudah normal lagi dan bisa menyusu dengan benar. Cerita sedikit, jadi diwaktu awal kelahiran, ASI saya belum keluar sampai H+3 kelahiran. Yang keluar cuma kolostrum dan belum ASI. Nah terus bayinya minum apa dong? Jadi bayi sebetulnya bisa bertahan 2-3 hari setelah kelahiran tanpa asupan apapun. Karena tubuhnya menyimpan cadangan makanan dari saat dikandungan. Tapi yang perlu diperhatikan, apakah ditemukan tanda-tanda dehidrasi pada bayi?

Kebetulan baby R meningkat suhunya pada H+3. Dokter mengatakan kalau bayi ini diambang dehidrasi. Jadilah Baby R terpaksa diberikan susu formula terlebih dahulu. Tidak ada cara yang dapat dilakukan, memberinya cairan lain seperti air madu malah dapat meningkatkan resiko keracunan pada bayi karena racun botulinum pada madu. Dengan berat hati saya memilih susu nutribaby. Kalau ada yang tanya, kok bayinya dikasih sufor? Cuy, kalo ada ASI dibadan saya, belah deh belah. Saya rela serela-relanya. Cuma saya bilang kepada perawat untuk memberikan susu dengan cup feeder atau sendok. Dan ternyataaaaa…jengjengjeng…mereka ngasih dengan botol dot!

Setelah 1 hari diminumkan, ternyata keesokannya ASI saya sudah mulai keluar dan mulai deras. Jadilah Baby R disusui. Tapi kenyataan memang pahit, Baby R jadi bingung puting! Bingung puting terjadi mungkin karena disebabkan botol dot yang sebelumnya sudah diberikan. Karena bentuk nipple dan aliran susu yang berbeda, maka anak dapat dengan mudah menjadi bingung puting. Belum lagi, Baby R tidak mau dibangunkan kalau harus disusui malam. Sedangkan newborn harus menyusu tiap 2 jam sekali. Jadilah saya harus memompa ASIP dan memberikan ke Baby R dalam dot. Setelah berlatih berminggu-minggu, akhirnya Baby R bisa juga langsung menyusu ke saya. Walaupun masih belum sempurna, tapi sudah sangat lumayan dan saya bersyukur sudah tidak terlalu sering untuk memompa ASIP. Sekarang di usianya yang 6 bulan, dia sudah pintar menyusu dan lapar tiap waktu 😅

Alat-alat perang saya dimasa kelam menyusui ada banyak, mulai dari pompa, dot, sampai sterilizer.

1. Pompa Medela Mini Electric Single Pump

Sumber foto : instagram @deantari

Pompa ini saya beli dengan harapan tidak perlu capek-capek memompa secara manual. Jadi tinggal diem aja gitu. Karena harga pompa elektrik itu berjuta-juta dan mahal, saya beli pompa elektrik Medela yang harganya miring ini. Cuma 999ribu! Pengalaman saya menggunakan pompa ini, ia mampu menyedot ASI sampai dengan payudara kosong, dan saya suka bentuknya yang ringkas serta simpel. Kekurangannya, pompa ini lumayan berisik. Tapi karena Baby R termasuk tambeng kalau tidur (saat itu) dan gak terganggu suara bising sekalipun, jadilah saya memompa satu ruangan saat dia tidur di tengah malam.

2. Unimom Mezzo Manual Breast Pump

Pompa unimom ini adalah pemberian dari teman dekat. Saya memang “nodong” minta pompa ini karena dari review-review blogger, pompa ini lumayan bagus. Jadi dari lahir baby R sampai sekarang saya masih pakai pompa ini. Keuntungannya jelas karena pompa manual relatif lebih murah, harganya sekitar 250ribu rupiah di toko online. Unimom ini adalah merek Korea, menurut saya dari segi kualitas hisapan, pompa ini teruji bagus. Mampu mengosongkan payudara dan hasil pompa yang banyak. Tapi ya kekurangan dari pompa manual jelas terletak pada satu alasan : capek! Terasa sekali saat memompa, pegel cuy. Ya hitung-hitung olahraga jempol lah…

3. Dot Tommee Tippee

Dot tommee tippee ini saya pakai di awal-awal baby R ngedot. Saya suka karena botol ini punya indikator suhu, yang akan berubah merah ketika suhu ASI terlalu panas. Tommee Tippee ini juga punya body yang berlekuk, jadi gampang untuk dipegang. Untuk kekurangannya, karena badan botol yang berlekuk, susu kadang tertahan di sisi-sisi botol dan asi gak bisa turun dengan lancar ke nipple botol, sehingga saya agak kesusahan untuk menghabiskan isi didalamnya.

4. Dot Philips Avent

Pas dulu saya belum punya anak, saya kira philips cuma punya lampu. Ternyataaaa philips ada juga produk-produk bayinya 🤣. Kalau mereka satu atau beda perusahaan, maaf saya kurang tau. Dot ini jadi pendamping dot Tommee Tippee yang sebelumnya saya beli. Dari segi bentuk, dia lebih slim daripada dot Tommee Tippee, dan lebih mudah untuk mengosongkan ASI didalam botol karena bentuk botol tidak terlalu berliuk-liuk. Tapi untuk nipple nya sih saya rasa relatif sama dengan Tommee Tippe.

5. SUNMUM baby breastmilk storage bag

Untuk breastmilk storage bag ini saya beli pertama kali jujur aja karena bungkusnya yang lucuuuuk. Gambar di 1 kotak nya ada 2 tipe, emak-emak pake kunciran dan yang enggak. Sooo kyut, raiit? Wadah ASIP ini juga relatif murah, saya beli di Shopee sekitar 35ribuan. Jauh lebih murah daripada di toko-toko bayi. Kekurangannya volumenya lumayan kecil sih untuk menampung ASIP. Tapi karena saya biasa menampung sedikit-sedikit, lagian baby R sudah bisa direct breastfeed, jadi gak masalah untuk saya.

6. Panasonic D-sterile

D-sterile ini sudah pernah saya bahas sebelumnya di review peralatan MPASI. Kalau untuk mensterilkan pompa dan dot, saya biasanya tetap mensterilkan dengan air mendidih sebelumnya, setelah itu baru dimasukkan ke D-sterile dan atur waktunya 30-45menit. Walaupun double treatment, saya tetap suka D-sterile ini karena alat-alat dan perlengkapan didalamnya dijamin steril daripada kita taruh di tempat pengering dot biasa.

Semoga bermanfaat!

Bagaimana cerita meng-ASI-hi mom semua?

Comments

  1. aii says:

    bagus semua produknya, mau tau bunda belinya di toko mana ya? takut banyak barang kw

    1. deantari says:

      Hai mom terimakasih sudah membaca!😊
      Saya beli kebanyakan di baby shop, kalau di baby shop gak ada, saya beli di shopee yang review barang dan reputasi olshopnya baik.

Leave a Reply to aii Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *