Review Pospak : Pampers Premium vs Merries Good Skin

Popok memang jadi hal wajib untuk baby maupun toddler. Saya memilih popok sekali pakai semenjak baby R lahir dengan pertimbangan praktis dan juga tidak lembab dibandingkan popok kain. Kalau diapers untuk anak baru lahir, saya pilih yang jelas orang mengakui diapers ini bagus (walaupun mahal), yaitu Pampers Premium. Menimbang-nimbang harganya di toko yang lumayan mahal, saya beralih ke shopee. Ternyataa Pampers Premium lebih murah beli online ketimbang di toko biasa. Selisihnya juga lumayan jauh hingga bisa mencapai 100ribu rupiah. Saya gak tau kenapa, yang pasti saya selalu beli Pampers Premium di shopee. Saya bisa kelimpungan banget kalau sampai stok pampers habis dan ga sempet nunggu beli online alias kudu beli di toko. Ampuuun nguras kantong bok. Kalau terlanjur beli di toko, bisa keingetannya 7 hari 7 malam, padahal mah udah aja gitu dilupain. Tapi namanya ibu-ibu, beda 500 perak pun keingetan. Harap maklum yah…

Suatu hari pas umur baby R sudah menginjak usia 4 bulan, pernah saya kelupaan untuk order dan stok pampers baby R habis. Jadi yasudahlah dengan terpaksa saya ke toko untuk beli pospak. Nah sampai disana, mata saya tergoda untuk cari-cari pospak lain. Siapa tau ada yang lebih murah dan sama halusnya. Denger-denger dari review ibu-ibu blogger lain, katanya Merries halus. Okelah saya beli,dengan tetap membeli Pampers Premium juga, siapa tau gak cocok kan. Nah dan akhirnya, saya tau nih perbedaan fisik serta pengalaman baby R pakai pampers vs pakai Merries.

Tampilan

Dari penampakan depannya, merries ini gak ada indikator pipisnya. Ini salah satu yang buat saya kaget. Kirain saya, diapers ini punya indikator pipis, jadi kita bisa tau seberapa penuh diapers saat dipakai anak. Sedangkan pampers jelas punya indikator pipis berupa garis kuning yang akan berubah menjadi biru jika diapers mulai terbasahi oleh pipis bayi.

Dari segi gambar, yah ini sebenarnya kurang berfaedah yah. Gambar apa aja boleh lah, yang penting baby-able. Gak bakal diliat juga sih sama anak. Kalau Pampers Premium ukuran L, punya gambar jerapah dan kura-kura. Nah setau saya nih, gambar ini berbeda-beda sesuai ukuran dari S sampai XL. Sedangkan Merries tetap dengan logo kelincinya yang imut-imut.

Kelebihan merries ada tulisan FRONT (depan) buat newbie yang belum bisa bedain depan sama belakang diapers. Sedangkan Pampers Premium tidak ada, pembedanya hanya gambar yang pasti didepan.

Bagian belakangnya juga ada tulisan BACK (belakang) sedangkan pampers premium gak ada. Tapi satu nih yang jadi keunggulan Pampers Premium adalah roll perekat warna biru dibelakang diapers. Juara banget roll ini buat nge roll diapers sebelum buang ke tempat sampah. Biar gak perlu kantong sampah lagi kalau buang, terkesan bersih dan rapih aja gitu.

Kalau dari segi bentuk, merries terkesan bulky, sedangkan Pampers terkesan slim dan tidak terlalu tebal. Tapi untuk kehalusan bahannya, saya gak menyangka Merries bisa bersaing dengan pampers premium yang cenderung mahal. Baby R pun nyaman-nyaman saja menggunakan Merries ini. Tapi tetap harus diperhatikan untuk rutin mengganti diapers, karena sekali lagi, gak ada indikator pipis buat merries ini.

Sedangkan untuk Pampers Premium, baby R udah pakai ini dari lahir sampai sekarang 6 bulan. Tidak ada masalah ruam sama sekali dan kering walaupun sudah penuh dengan pipis.

Oke, jadi review untuk Merries :

Kelebihan

– Harganya murah (setengah harga pampers premium)

– Permukaan Halus

Kekurangan

– Tidak ada indikator pipis

– Tidak ada roll tape

Dan untuk pampers premium :

Kelebihan

– Permukaan halus

– Ada indikator pipis

-Ada roll tape

Kekurangan

– Harganya mahal

Jadi menurut saya siapa pemenangnya?

Jengjengjeng….

.

.

.

Pampers Premium!

Ya gak perlu ditanya lagi, harga pasti bawa rupa. Sampai sekarang saya masih setia pakai pampers premium untuk Baby R. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau saya akan repurchase merries lagi diwaktu yang akan datang karena permukaan yang halus dan harganya yang murah.

Comments

  1. […] Kekurangan yang saya temui di pospak ini, mungkin roll tape kurang panjang ya, dibandingkan Pampers Premium. Untuk yang ingin baca review Pampers Premium bisa baca disini […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *