Adulting Series: Cara Daftar Haji Reguler

Coffe first, because adulting is hard”

*sipping the coffe

Well,ketika kita membicarakan tentang adulting, atau melakukan kebiasaan bertanggungjawab sebagai seorang yang dewasa, seringkali yang kita lakukan adalah membenahi kehidupan kita saat ini. Bisa dari berbagai aspek contohnya budgeting, planning, dan sebagai contoh kecil adalah cleaning your house regularly. Yes, it’s hard. Namun ada beberapa orang yang “adulting” dengan cara lainnya, yaitu untuk masa depan. Contohnya dengan mempersiapkan biaya hidup/ pendidikan anak, dana hari tua, dan sebagainya.

Beberapa waktu yang lalu saya berpikir untuk melakukan liburan ke luar negeri dari uang lebih yang saya dan suami miliki. Namun setelah dipikir-pikir lagi, liburan mungkin bisa dilakukan nanti. Di usia kami yang kepala 2 ini, kami menimbang-nimbang kira-kira berapa waktu lagi untuk berhaji. Setelah mencari tau, ternyata daftar tunggu haji di daerah saya saat ini adalah 23 tahun. Jengjengjeeeeeengg! makin bertambah tahun, rupanya makin jauh pula daftar tunggu haji reguler. Akhirnya pilihan kami mantap untuk mendaftar haji.

Pertama, kami melakukan pendaftaran untuk tabungan haji di bank. Ada beberapa bank yang bisa jadi pilihan untuk menabung di tabungan haji, diantaranya bank mandiri syariah, BNI syariah, BCA syariah, BRI syariah, dan lainnya (ada sekitar 31 bank dengan tabungan haji yang ditunjuk oleh kemenag). Pilihan saya jatuh pada BNI Syariah. Jumlah setoran yang harus ditabung untuk bisa langsung mendaftar adalah sebesar 25 juta rupiah. Selanjutnya kamu akan mendapatkan buku tabungan dan juga syarat-syarat berkas. Berkas ini tergantung kebijakan tiap kemenag setiap daerah, yang paling dasar biasanya adalah foto dengan latar putih, akta kelahiran, ktp, akta nikah dll. Berkas tersebut harus kamu kumpulkan, dan dibawa terlebih dahulu ke bank.

Kedua, setelah berkas kamu bawa dan berikan ke bank, bank akan merekap semua berkas dan juga BPIH didalam satu map, yang harus dibawa selanjutnya jika kamu akan mendaftar ke kemenag.

Ketiga, di kemenag kamu akan membuat SPPH (surat pendaftaran pergi haji). Disitu kamu akan ditanyai biodata, berikut dengan foto langsung dan juga perekaman sidik jari. Foto dan sidik jarimu selanjutnya akan langsung masuk didalam SPPH, yang sudah terdapat nomor porsi didalamnya. Selanjutnya petugas akan memberitahu perkiraan waktu berangkat melalui nomor porsi yang tertera.

Keempat, menunggu sampai giliranmu tiba. Hahaha..ya emang segitu aja sih. Nantinya pelunasan biaya dilakukan sebelum pemberangkatan.

Uang bisa dicari, tapi waktu dan umur ga mungkin kembali.

Yuk mulai gunakan uang sebijak mungkin!

Happy adulting!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *