Things I’ve Learned From : Farmakologi dan Islam

Kita sering mendengar istilah “padi semakin berisi semakin merunduk” namun nampaknya belum mengerti esensi dari kalimat tersebut. Termasuk saya.

Farmakologi adalah ilmu yang mempelajari keterkaitan antara suatu zat dengan makhluk hidup melalui sebuah proses kimia, terutama pengikatan molekul regulasi dan aktivasinya pada tubuh (Katzung,2009)

Masih bingung? Secara simpel nya begini.

Ketika kamu meminum obat, pada sebagian besar kasus, molekul obat berinteraksi dengan molekul spesifik pada tubuh bernama RESEPTOR.Ketika obat berikatan dengan reseptor, maka obat mampu diolah oleh tubuh dengan target aksinya masing-masing.

Tapi, tidak mudah bagi obat untuk berikatan dengan reseptor. Molekul obat HARUS mempunyai ukuran, bentuk, komposisi atom, serta muatan yang sesuai. Permisalan yang mudah adalah dengan menggunakan teori lock and key. Kesesuaian yang tepat menghasilkan kesuksesan dari obat tersebut dalam menghasilkan efek yang diinginkan.

lock-key

Sedangkan kesesuaian tersebut harus dapat diteliti untuk mengetahui tingkat efikasi dan toksisitas suatu zat yang diduga obat.

Jumlah reseptor? Jangan ditanya. Tubuh manusia mempunyai berbagai reseptor dan enzim yang mampu merespon lingkungan luar, yang bisa dibagi menjadi beberapa tipe, namun belum semua reseptor didalam tubuh manusia terungkap.

Pusing?bukan hanya kamu saja. Peneliti di bidang farmakologi pun masih berlomba-lomba untuk meneliti mekanisme obat yang belum terpecahkan sampai sekarang.

Ke-kompleks-an tubuh manusia masih menjadi misteri sampai kapanpun juga. Bahkan untuk meneliti suatu obat sehingga obat tersebut mampu digunakan secara aman pada manusia, membutuhkan waktu yang sangat lama. Ambil contoh Asam Asetil Salisilat (obat pereda nyeri), dengan nama dagang Aspirin, yang menempuh waktu 40 tahun sejak zat tersebut diteliti hingga dapat dipasarkan. Ya, 40 tahun untuk 1 obat. Darisini kita dapat mengetahui bagaimana Tuhan, pencipta alam semesta menciptakan semua secara terperinci, yang manusia manapun didunia tidak dapat mengungguli keagungan-Nya.

Semakin banyak yang manusia pelajari, seharusnya menjadikan manusia tersebut malu. Bahwa ia bukan apa-apa. Ada sesuatu lebih diluar alam ini. Maha Besar, Maha Dahsyat yang mampu berkehendak, dengan daulat-Nya, kun fayakun.

jugular-vein

Whatever your religion is, you need to have faith. That there is something big in this universe  we couldn’t see with our eyes. But only with our heart. “Something” so close. Learn science and life makes us always have a gratitude. Right? 🙂

Apa yang membuatmu bersyukur setiap harinya?


Bibliography : Katzung, et al., 2009. Basic and Clinical Pharmacology. New York : McGraw Hill.

Picture : here

Comments

  1. Nur Irawan says:

    Tentu saja kesehatan yang harus di syukuri tiap harinya

    1. Betuul sekali, semoga sehat selalu mas!

  2. A. says:

    Ayah Ibuku :’)

    1. Alhamdulillah masih sehat wal’afiat sampai skrg ya mba Arin 😀

  3. Bang Ical says:

    Keren kak :’)

    1. Terimakasih, tapi masih lebih keren bang ical deh! 😀

      1. Bang Ical says:

        Waah, jangan gitu :’)

  4. ysalma says:

    Kesehatan dan disempatkan membaca tulisan ini.

    1. Alhamdulillah mba salma! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *