Misteri Aroma Buku Baru

Hal yang saya lakukan setelah membeli buku baru :

1. Membuka bungkus dan mencium aroma buku baru yang wanginya lebih enak dari uang 100ribu

2. Menaruhnya di rak buku

3. Mengkoleksi sampai (hampir) lupa dibaca.

Oke yang ketiga jangan ditiru. Tapi ngaku deh, sebagian besar dari kalian pecinta buku, pasti suka melakukan hal pertama. Yaitu mencium aroma buku baru. Selain karena kepuasan tersendiri setelah membeli buku, menurut saya wanginya lebih wangi dari abang-abang tukang parfum sebelah.  Hal ini yang menjadikan belanja buku jadi lebih spesial.

smell-f-the-book

Apakah kamu tahu apa yang membuat aroma buku khas?

Aroma buku baru, merupakan kombinasi dari zat kimia volatil (mudah menguap) yang berasal dari lem, tinta, dan kertas yang digunakan pada buku.

voc

Jaman sekarang, buku dijilid menggunakan lem adesif berbasis co- polymer seperti pada gambar diatas.

alkil-ketenehidrogen-peroksida

Pada proses pembuatannya, kertas diberikan sejumlah zat kimia (contohnya alkyl diketene dimer wax dan hydrogen peroxide) hingga mencapai keadaan yang diinginkan. Beberapa zat membantu pelepasan zat kimia volatil pada kertas. Petrochemical yang digunakan sebagai pelarut tinta juga membantu pelepasan zat kimia tersebut sehingga wangi yang muncul merupakan perpaduan antara zat kimia volatil yang digunakan saat proses pembuatan buku. Nah, bagaimana dengan wangi buku lama?

Jangan salah, itu bukan bau debu loh.

Buku yang tersimpan bertahun-tahun, mengalami penguraian secara berkala. Penguraian terletak pada selulosa serta lignin yang terkandung dalam kertas dan mengakibatkan produksi dari beberapa zat kimia yang berbeda, mulai dari benzildehid dan furfural (yang dapat tercium seperti wangi kacang almond), vanilin serta ethyl benzene.

sarah-andersen

Jadi, sekarang kamu sudah tahu mengapa beberapa orang, mungkin termasuk kamu, suka mencium aroma buku kan?

Oiya, jangan lupa untuk rutin membaca bukudan membersihkan yang sudah kamu beli. Buku juga butuh perhatian dan kasih sayang dari pemiliknya. Selamat membaca!


Resource : Compound Interest, 2014. The Aroma Of Books. www.compundchem.com

Picture : Sarah Andersen Ilustration, on Sarahseeandersen.tumblr.com

Comments

  1. A. says:

    Aku jugak sukak. Endus2 dulu smpe puas :3

    1. Rasanya ada kepuasan sendiri yah 😂

  2. shiq4 says:

    Belum pernah ingat pernah ngendus2 buku. Ternyata banyak yg gitu ya?

  3. Fiberti says:

    suka juga aroma buku…..tapi ya ga ada kegemaran cium-cium secara khusus hahaha…
    kalau sudah lama suka mulai menguning,

    1. Itu mah ritual saya setelah sobek plastik pembungkusnya,hehehe
      Iyaaa betul, kalau ditempatkan ngasal juga kadang muncul bercak2 di kertasnya 😢

  4. mhilal says:

    Setuju sekali. Aroma yang dimiliki buku cetak tak tergantikan oleh buku elektronik. Sensasional! 😁

    1. Ga sukanya saya sama buku elektronik juga karena wujudnya yang terkesan “ghaib” dan tidak ada nya kertas 😂

  5. Hafidh Frian says:

    Aroma buku juga ada chemical analysis-nya yaa.. hahaha ga kepikiran tapi that smells unique. And we like it, right?

    1. Wanginya indescribable pokoknya! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *