2016 in Review

New year is around the corner.

For some people, new year related to new hope, new dream, and new perspective of life. It doesn’t matter if you pro/cons about celebrate it.
Bagi saya, merayakan tahun baru cukuplah sekenanya saja. Apalagi sebagai perempuan, Ayah Ibu saya membiasakan dari kecil untuk tidak keluar malam apalagi sampai tengah malam. Kami tidak pernah meniup terompet (karena alasan kebersihan) atau menghadiri acara tertentu. Kami hanya dirumah, menonton acara tivi, makan malam bersama, berdoa di meja makan, lalu tidur di kamar masing-masing. Tapi lama-lama kebiasaan itu berubah seiring waktu. Tahun baru? hanya masalah ganti tanggalan masehi baru. Semua masih terasa sama.

Tapi tahun ini, merupakan tahun yang spesial untuk saya. Akan sangat disayangkan jika saya tidak mengambil pelajaran yang saya dapatkan dari setiap kejadian. It’s good for us to reflect ourselves, right? So we can make greater steps ahead. 2016 is a memorable year for me. I got through a lot of mistakes, lot of pain, and of course, a lot to learn. Saya ingat pada suatu waktu, ketika mobil yang saya dan teman-teman tumpangi meluncur dengan indah ke sebuah pohon besar dipinggir jalan raya. dan BOOOM! air bag mengembang seketika. Sakit? jelas… tapi bersyukur? itu pasti! air bag tersebut adalah “hadiah” kecil yang Allah berikan kepada saya dan teman yang saat itu tidak menggunakan seat belt. Moral of the story : SELALU. saya ingatkan SELALU gunakan alat keamanan berkendara. Naik mobil? yo nganggo seat belt. Naik motor? yo nganggo helm. jangan kebalik…

Dipertengahan tahun, beberapa artikel kefarmasian saya sempat mendadak terkenal di kalangan para farmasis serta apoteker melalui share yang ada di facebook. saya tidak pernah menyangka artikel yang saya buat dengan setengah mengantuk itu menjadi bahan share serta dilihat lebih dari sepuluh ribu kali hingga saat ini. Bahagia itu sesederhana ini rupanya. Tapi bukan, saya bukan doktor atau master dalam bidang pengobatan. Saya membagi yang saya ketahui, dan sangat senang apabila keilmuan ataupun pemikiran saya dapat membantu teman seprofesi maupun orang awam mengenai kesehatan.

And in this month, I got a great news. Saya diterima menjadi mahasiswa (lagi) pada salah satu program S2 di Universitas Indonesia. A lot of things come to my mind, disatu sisi saya sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk belajar kembali, disisi lain… it’s hard to say goodbye. Sulit untuk berpisah dengan keluarga maupun keluarga kedua saya di apotek. Dan tentunya berbagai macam pikiran negatif yang kadang ingin “singgah” sejenak di otak. But you know, screw it! I know I’ll get a great years ahead, surrounded by the people I love and people who love me regardless of what I become. Untuk pasangan hidup? kali ini Ayah dan Ibu saya harus bersabar (lagi), beliau yang masih invisible ini, sedang dalam perjalanan pak, bu! 😀

Anyway, selama setahun penuh ini, saya bertemu dengan orang-orang luar biasa baik secara langsung maupun tidak langsung melalui blog ini. Ya, itu adalah anda. Anda yang sedang membaca tulisan ini. Anda yang menginspirasi saya melalui cerita-cerita yang berbeda, dengan karakternya masing-masing, dan membuat saya ingin melakukan serta menjadi yang lebih baik lagi. Mari tetap saling menghebatkan satu sama lain!

Have a great year ahead! 🙂


Picture : How I Met Your Mother scene on Farhampton Station by Carmen Suter

 

Comments

  1. arinrissaid says:

    Im so proud of you mba Deaaa! UI! Happy newyear mbak!

    1. Aaaw makasih ariiin! 😘
      Happy new year jugaaa 🎉

  2. momo taro says:

    luar biasaaa… sekolah lagi.
    sukses ya buat sekolah laginya..

    1. Hehe Aamiin… Terimakasih mba Momo, sukses juga Mba… 😊

  3. Fiberti says:

    selalu kagum sama orang yg semangat sekolah lagi…perdana mampir mba baca-baca dulu ya…salam kenal

    1. Sekolah lagi karena ilmu nya masih kurang hehehe…
      Salam kenal 😊

  4. Uwihh keren bisa S2 di UI, semoga gue bisa nyusul jejakmu mbak 🙂

    1. Gih nyusul mas Yusuf! 😆

  5. Nur Irawan says:

    Wah alhamdulillah banget tuh, semoga sukses ya!

    1. Aamiin… Terimakasih mas… Sukses juga buat mas Irawan! 😊

  6. Afika AR says:

    Wah, dapet beasiswa… Keren Mba. Alhamdulillah. Oh iya, itu beasiswa apa mba?

    1. Ngga mba, saya pakai uang pribadi untuk program master ini. Mungkin kalau untuk dana tesis, saya baru mengajukan beasiswa mba 😊

  7. Aih jadi AGJ dong, kopdaran yuk kapan2 kl sempat 🙂

    1. Ayuk! Nanti kasih kabar aja kalau ada waktu luang yaa..
      Lah mas Slamet skrg di Jakarta?

      1. Iya, buruh sekitaran situ 🙂

        1. Hahah, merendah terus mas Slamet mah! 😀

  8. Salu banget sama mbak dea. Jadi ketularan semamgat buat ngelanjutin teruss..

    1. Aaaw makasih Mba Riski…
      Ayok lanjutin juga! 😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *