Pharmacy Talk : Balada Obat Kuat Pria

Pernah lewat toko obat kuat aneh didekat tempat kamu tinggal dengan spanduk aneh bin ajaib?

Contohnya begini :

toko-obat-kuat

Dengan slogan yang memenuhi setiap spanduknya :

KUAT, KERAS, TAHAN LAMA!

Atau;

LELAKI GAGAH PERKASA!

(Opo to iki…)

Ada bermacam-macam pertanyaan yang melintas dibenak saya ketika melewati toko-toko obat seperti ini. Yang pertama, apakah obat-obat kuat yang dijual asli? Lalu, apakah benar-benar berkhasiat dalam *maaf* memperpanjang serta meningkatkan kekuatan seksual pria? nah dari pertanyaan diatas tentu saja saya belum tau jawabannya, Suweer!

Tapi berkhasiat atau tidaknya obat-obatan tersebut, menurut saya keduanya tetap menimbulkan masalah serius yang dampak secara langsungnya akan terasa bagi pemerintah maupun konsumen. Mengapa begitu?

Pertama, ketika obat tersebut bukan asli, alias obat palsu. Obat kuat yang paling terkenal contohnya adalah Viagra. Obat dengan nama lain “pil biru” ini biasanya yang saya amati, digadang-gadang sebagai andalan dibeberapa toko obat kuat. Kok saya tau? lah saya ngamatin doang kok! beneran deh, hehehe.. Nah karena obat ini cenderung mahal dan lebih dicari-cari orang, maka dari itu banyak tangan-tangan nakal yang berusaha membuat versi palsu dari viagra. Kalau obat tersebut memang obat palsu tanpa zat aktif apapun dan diminum oleh konsumen, boleh jadi efek yang terjadi adalah efek placebo, atau bahkan tanpa efek sama sekali. Jika obat-obat ini adalah palsu, lantas apa yang terkandung didalamnya menjadi membahayakan. Bisa jadi BKO (bahan kimia obat) ataupun kandungan yang belum jelas didalamnya yang berdampak langsung ke kesehatan konsumen atau juga cemaran bakteri atau mikroorganisme lain, yang jelas berbahaya apabila dikonsumsi.

viagra

Kedua, ketika obat tersebut memang asli. Viagra (zat aktif Sildenafil) dan juga Cialis (zat aktif tadalafil) adalah obat-obatan yang bekerja dengan cara menginhibisi enzim selektif PDE5, yang selanjutnya akan melebarkan dan meningkatkan aliran pembuluh darah pada alat kelamin pria, dan akan meningkat saat ada rangsangan seksual. Bahasa sederhananya meningkatkan ereksi pada pria. Lah mudeng kan? Walaupun sebegitu “ajaib” nya Sildenafil dan Tadalafil dalam memberikan kepuasan seksual bagi pengguna maupun pasangannya, ada beberapa hal yang wajib digarisbawahi dengan pena merah disini. Sildenafil dan Tadalafil, di kontraindikasikan, atau DILARANG, bagi pasien dengan riwayat jantung, hipertensi, stroke, gangguan hati dan ginjal, serta pasien dengan kanker atau riwayat kanker. Obat-obat ini juga dapat menyebabkan serangan jantung akut, hipotensi, kebutaan secara tiba-tiba, serta stroke. Beberapa buah-buahan yang dikonsumsi bersamaan dengan obat-obat ini juga bisa meningkatkan kadarnya berkali-kali lipat. Dan yang berarti efek samping yang ditimbulkan menjadi semakin besar. Bisa bayangkan jika anda atau kerabat anda membeli obat ini secara bebas, yang penjualnya tak lain dan tak bukan adalah mbak-mbak atau mas-mas yang tidak lebih dari penjual warung biasa, yang tak tau menau mengenai semua hal ini dan menyerahkan obat ini dengan azaz “ada uang ada barang”? Mau menanggung semua resiko diatas?

Lalu bagaimana apabila anda ataupun kerabat anda mengalami masalah dalam hal disfungsi ereksi, ataupun permasalahan seksual lainnya? Hal tersebut juga tidak bisa dianggap enteng.

Tapi sebagai individu yang menganggap kesehatan adalah segalanya, anda pasti menginginkan yang terbaik untuk diri sendiri bukan?

Selalu ke dokter terlebih dahulu sebelum anda mengkonsumsi obat-obat kuat apapun. Obat-obat kuat seperti viagra dan cialis tentu saja boleh dibeli dan digunakan, asal dengan rekomendasi serta resep dari dokter.  Konsultasikan pengobatan apa yang terbaik untuk masalah yang anda miliki. Ingat, anda dan kesehatan anda jauh lebih penting dan berharga.

Seharusnya memang toko-toko obat kuat ini ditangani lebih oleh pemerintah dengan lebih serius lagi. Apakah sudah teregistrasi? Dan jika perlu teliti setiap kandungan obat yang dijual. Obat adalah kewenangan Apoteker kok.Hal tersebut adalah mutlak.  Tapi mengapa masih saja ada toko obat seperti ini beredar bebas dikalangan masyarakat? Siapa yang dirugikan dari hal ini? tentu saja balik lagi ke masyarakat. Masyarakat lah yang paling dirugikan dengan hal ini. Sudah saatnya masyarakat berfikir dan bertindak lebih cerdas.

Pengetahuan tentang obat tidak bisa diketahui dalam semalam saja, lalu lantas bisa membuka toko obat kuat dengan gampangnya, Bung.

PS : Maaf jika konten informasi obat kali ini dengan topik lebih sensitif, informasi tetap informasi kan? harus disampaikan demi kebaikan 🙂


Sumber foto :

http://sydney.edu.au/news-opinion/news/2016/05/13/the-hard-facts-on-viagra.html

 

 

 

 

Comments

  1. Lama menghilang, tetiba posting tema begini hehe

    Mbak Dea sehat? *ini nanya beneran* 🙂

    1. Ahaha tema penting mas, banyak yg suka ke apotek pengen beli obat kuat, padahal ga tau resikonya.
      Sehat alhamdulillah 😀 wah dah lama ga bersua yaaa, mas Slamet sehat?

      1. Alhamdulillah, sehat juga kok 🙂

  2. Aku memilih kuat tanpa obat bisa?
    😷😷😖

    1. Ga bisa itu mah, terutama buat yang lagi sakit tapi ga mau periksa lagi 😕

      1. Iyaa kan berharapnya udah sembuh nantii jadi nda periksa lagii :”)

  3. ysalma says:

    Sering lihat dipinggir jalan sambil mikir, itu toko ada izinnya ga ya?

    1. Kemungkinan besar engga mba Salma, dan barang-barangnya kemungkinan juga ga jelas asal usulnya 😕

  4. Saifannur says:

    Ada juga yang metode urut.. Hahaha

    1. Wah kalau yang itu saya gak tau menau pak 😅

Leave a Reply to Jejak Parmantos Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *