Cinta Negeriku : Belajar Sejarah Membosankan?

Fakta : Sejarah adalah pelajaran yang saya ambil terakhir saat SMA yang tidak jarang saya harus remidial karenanya.

Bila diteliti lagi mengapa saya cenderung bosan mempelajari sejarah, ada banyak faktor penyebabnya. Mungkin bisa jadi karena fakta serta hapalan yang harus dihafal melebihi kapasitas otak saya yang dibawah rata-rata ini. Atau saya yang lebih suka ngobrol dikelas dibanding mendengarkan guru mengajar. Atau kabur ke kantin saat jam pelajaran. Oh dan satu lagi, bahasa textbook yang cenderung terlalu kaku dan susah dicerna (well, setidaknya untuk saya).

Beranjak dewasa, saya mulai mencoba “mengisi” otak saya dengan sesuatu yang lebih bermanfaat (walaupun banyak juga hal-hal tidak penting lainnya). Dikarenakan saya melihat ayah saya yang sepertinya tau segala pengetahuan umum termasuk letak geografis Indonesia dan macam-macam pohon, kayu (berkaitan dengan bidangnya). Bagaimana dengan saya? Aduh jangan ditanya. Itu alasan utama saya mulai belajar dari awal. Jadi kalau suatu saat saya menjadi Ibu, dan ditanyai anak saya kelak tentang ilmu-ilmu lainnya, setidaknya saya tidak kelihatan bodoh dihadapan mereka walaupun saya sudah siap dengan google search nantinya.

Okay, back to the topic. Saya yang dengan otak standar ini, mulai membaca literatur sejarah karangan JW Olthof, Soekarno, dll. Salah satunya mungkin kamu tahu (apabila kamu orang jawa) dengan judul Babad Tanah Jawi. Oh tapi tidak semudah itu membaca buku-buku tersebut. Penggunaan bahasa lama dan penyampaian secara tersirat membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk membaca dan mencernanya (lagi-lagi, setidaknya untuk saya). Dan kebanyakan buku sejarah saat ini memuat tentang fakta yang berat serta dirangkum dengan bahasa yang kurang menarik pembaca pula.

Tapi ada yang menarik saat saya pergi ke sebuah toko buku beberapa waktu yang lalu. Saya menemukan buku sejarah yang cukup unik. Mengapa saya sebut begitu? itu karena fakta yang diungkap adalah fakta-fakta yang tidak biasa.

16-09-14-19-39-07-462_deco

Contoh dari fakta-fakta didalam buku Indonesia Poenja Tjerita karangan @SejarahRI ini yaitu mulai dari siapa pemilik mobil pertama di Indonesia, mengapa ada istilah “lelaki hidung belang”, warta berita pertama, arti kata Gudeg (makanan khas Yogyakarta), serta fakta-fakta menarik lainnya yang disuguhkan dengan bahasa yang ringan dan mengalir.

Memang fakta yang disajikan terdengar cukup simpel, tapi saya yakin kebanyakan dari pembaca tidak tau sejarah topik unik diatas. Menurut saya, buku ini cukup bisa diapresiasi sebagai buku sejarah yang tidak biasa dan bisa dinikmati terutama generasi muda. Agar nantinya diharapkan lebih bisa melek sejarah, belajar lebih banyak lagi, dan mengerti tentang asal-usulnya. Bukan asal-asalan.

Ada sebuah kutipan dari presiden terhebat negeri ini :

Inilah sejarah perjuanganmu, inilah sejarah history-mu. Pegang teguh kepada sejarahmu itu – never leave your own history! Peganglah apa yang telah kita miliki sekarang, yang adalah akumulasi daripada hasil semua perjuangan kita di masa lampau, kataku tadi. Dan kataku tadi, jikalau engkau meninggalkan sejarah, engkau akan berdiri di atas vacuum, engkau akan berdiri di atas kekosongan, dan perjuanganmu nanti akan paling-paling bersifat amuk saja, seperti kera di gelap gulita.

 Ada orang-orang yang tidak mau mengambil pengajaran dari sejarah, bahkan mau melepaskan kita dari sejarah itu. Itu tidak bisa. Mereka akan gagal! Sebab, melepaskan sesuatu rakyat atau bangsa dari sejarahnya adalah tidak mungkin. Nationaal biologis tidak mungkin, nationaal phychologis tidak mungkin. Dan tidak mungkin pula karena engkau, hai rakyat, hai prajurit-prajurit dari semua angkatan bersenjata, hai pejuang-pejuang progresif revolusioner,

Engkau tidak mau dipisahkan dari sejarahmu – sejarahmu sendiri, sejarah perjuanganmu sendiri.


Sumber :

Soekarno. 1966. Pidato Soekarno : Never Leave History!. Departemen Penerangan RI

@SejarahRI. 2016. Indonesia Poenya Tjerita. Bentang Pustaka.

Comments

  1. Jadi tertarik baca nih. Di dalam bukunya ada tentang pahlawan-pahlawan Indonesia juga ngga mbak?

    1. Ada mbak Amel, tapi ga secara umum. Bahasnya lebih ke pahlawan dan tokoh2 yg pembaca belum tau infonya. Tapi banyak ttg pak habibie,soekarno, dan hatta,overall bagus mba. Ayo beli 😀

      1. Kayaknya keren mbak.. cuss toko buku deh hehehe.. makasii ya mbak atas infonya 😊

  2. penulismalas says:

    Ahh pelajaran sejarah, jadi inget dulu kalo udh jam nya, suka ngantuk mendadak wkwkk krn materinya panjang bgt

    1. Sama banget mba Asti,mana gurunya kebanyakan cuma baca buku nya doang tanpa intonasi,kalau udah jam nya aku suka pamit ke kmr mandi,padahal mah ke kantin hehehe

  3. ysalma says:

    Saya dulu malah penyuka pelajaran sejarah,, sera ikut berkelana kemasa lalu. tapi sekarang lupa semua 🙁 .

    1. Wah mba Salma keren! Aku ga bisa diem di kelas baca materi segitu banyaknyaaa…hehe

  4. salam sesama pencinta sejarah, kak.. Jadi ingin membeli buku itu..

    Rekomendasi bacaan coba baca Api Sejarah jilid 1 dan 2 yang ditulis oleh sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara, dan Atlas Walisongo yang ditulis oleh peneliti sejarah KH. Agus Sunyoto. Di situ dijelaskan dengan gamblang tentang pengaburan sejarah bangsa yang sengaja dibelokkan oleh Belanda demi kepentingan kekuasaan masa itu serta delegitimasi peranan kalangan islam dan pesantren.

    Babad Tanah Jawi karangan JW Olthof juga bentuk pengaburan sejarah yang diprakarsai Belanda, yang mana Babad Tanah Jawi asli diterbitkan Balai Pustaka 24 jilid.

    Babad Tanah Jawi versi Olthof menurut penelitian Agus Sunyoto
    https://youtu.be/lxwy7VhDHQ8?t=2025

    Penjelasan kenapa Belanda melakukan dekonstruksi sejarah Indonesia
    https://youtu.be/lxwy7VhDHQ8?t=1652

    1. salam kenal mas Setiyo…
      Wah sebenernya saya masih newbie banget sama buku-buku sejarah.
      Terimakasih sekali rekomendasinya mas, aku kemarin sempet googling ttg Atlas Walisongo, tertarik pengen baca sih 🙂
      Oiya mas, saya memang dengar banyak juga pengaburan sejarah seperti itu. Ternyata babad tanah jawi JW Olthof juga termasuk ya… Oiya mas kalau ttg pengaburan sejarah yg dilakukan oknum2 politik dari negeri ini sendiri,ada tidak ya? Saya masih penasaran ttg itu…

  5. Bang Ical says:

    Dan kakak menulis. Itu sudah lebih dari membanggakan, dibanding sekedar tidak bisa menghapal tanggal peristiwa. Salam kenal Kak 😃

    1. Salam kenal bang Ical! 😀
      Waduh saya mah masih newbie banget kalo urusan tulis menulis gak kayak bang Ical…. Hehehe…

      1. Bang Ical says:

        Sama-sama masih belajar ni kita Kak 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *