Pharmacy Talk : Efek Placebo dalam Islam

brainmagic_1280

Efek placebo adalah salah satu hal yang paling membingungkan ilmuwan dalam pencapaiannya menyembuhkan pasien.

Kata Placebo digunakan pada abad ke-17 ketika dokter serta ahli kesehatan saat itu menyadari terdapat kekuatan pada obat palsu terhadap penyakit yang diderita pasien. Hal ini dulu dilakukan ketika obat yang sebenarnya tidak tersedia. Obat ini sebenarnya tidak mempunyai khasiat apapun, dan sebenarnya merupakan bahan pengisi obat tanpa zat obat, atau yang biasa disebut dengan nama Dummy Drugs.

Yang mengherankan, terdapat efek yang ditimbulkan dari obat placebo ini. Pada sebuah penelitian untuk pengobatan penyakit migraine serta obat-obatan anti nyeri lainnya, menimbulkan hasil yang tidak terduga. Bahwa hasil kepuasan serta kesembuhan pasien yang mendapatkan terapi placebo, tidak jauh berbeda dengan terapi zat obat asli. Bagaimana ini bisa terjadi?

Terdapat berbagai argumen serta pendapat dari masyarakat maupun ilmuwan terkait hal ini. Beberapa meyakini bahwa penelitian yang dilakukan sebetulnya kurang akurat dalam pengambilan data, karena beberapa pasien dengan terapi placebo “berusaha menyenangkan” dokter dan berkata ia sembuh, yang mungkin sebetulnya tidak. Pada berbagai penelitian, efek placebo ini timbul pada penyakit ringan seperti nyeri, ansietas (kecemasan) serta penyakit ringan lainnya. Namun secara klinis tidak terbukti sebagai terapi efektif yang bisa digunakan untuk pasien karena hasilnya yang bias.

placebo-effect

Efek placebo tidak terlepas dari efek psikis yang berkaitan dengan mekanisme pengeluaran hormon dan otak. Ketika seseorang menerima obat placebo dan menganggap obat tersebut benar-benar ampuh, hal tersebut menyebabkan berkurangnya pengeluaran hormon adrenalin di dalam tubuh. Perlu diketahui adrenalin merupakan hormon penyebab stress (karena menyebabkan peningkatan denyut jantung). Dan sebaliknya, placebo menyebabkan bertambahnya hormon endorfin yang merupakan hormon pengurang rasa nyeri. Ajaib bukan?

Dalam islam, kita juga mengenal teori ini, yaitu Iradah (kemauan). Manusia diberikan akal serta hati untuk membedakan yang buruk dan yang baik, serta paham atau meyakini sesuatu. Ketika keinginan atas hal tersebut sungguh-sungguh kuat, maka Iradah akan datang serta menaklukan segala pengaruh yang datang. Dalam hal ini terkait dengan efek placebo. Ketika seseorang percaya atas apa yang ia lakukan ataupun percaya ia pasti akan sembuh setelah mendapatkan terapi, maka hal tersebut secara ajaib akan terjadi. Berbagai ahli kedokteran mulai dari Ibnu Sina sampai Abu Bakar RaziΒ  menggunakan “ilmu jiwa” ini kedalam terapinya. Dengan kekuatan yang disampaikan melalui tutur kata lembut serta meyakinkan orang bahwa penyakitnya pasti akan sembuh, akan membuat sugesti serta efek kejiwaan yang kuat.

Mengapa? karena fokus utama dari Iradah bukan mata dan kejadian saat ini. Inti utama dari Iradah terletak pada akal dan hati. Iradah tidak bergantung pada besar dan kecilnya tubuh, tapi besarnya keinginanmu untuk berubah. Maju kedepan.

Seperti sebuah pepatah dari Schopenhauer, seorang ahli fisafat Jerman,

-Alam itu adalah kemauan-

Jadi, sudah siap menjemput Iradah? πŸ™‚


Gambar :

http://www.cbc.ca/natureofthings/features/history-of-the-placebo-effect

Sumber :

Kaptchuk, et al. 2015. Placebo Effects in Medicine. Available on The New English Journal of Medicine. Last Accessed on August 28th, 2016.

Hamka B., 1939 (diterbitkan ulang 2015). Tasawuf Modern.

Comments

  1. Placebo! Iradah! Aku belajar banyak lagiii ☺

    1. Ahahaha lebaaaaay… Akupun masih belajar dari alm. Pak Buya Hamka! Kamu harus baca bukunyaaa, bagus bangeeet

      1. iyaaa satu – satuu nanti aku bacaa, namatin ronggeng dulu :3

  2. Wah informasinya sangat bermanfaat πŸ˜€
    Kita bisa sembuh dari rasa sakit asal ada kepercayaan diri bahwa bisa sembuh.

    Betewe placebo terbuat dari apa ya? Tepung apa bukan? Pahit kah atau tanpa rasa..

    1. Wah makasih mas, ilmu saya masih cetek banget loh tapi, itu sadur dari buku sama jurnal aja πŸ˜…

      Placebo dipakai kalo penelitian aja mas,biasanya kalo ada obat baru yg mau diuji,placebo digunakan. Obatnya dibuat semirip mungkin dengan obat aslinya, kalau berbentuk kapsul ya kapsulnya ga ada isinya,atau tablet yg dibuat dari gula buatan yg sebenernya ga ngefek apa2 kalau dikonsumsi.

      1. Oalah ternyata begitu, nambah pengetahuan nih. Thankyou mbk pharmacist πŸ˜€

  3. Rissaid says:

    Seperti bacaan yang saya lihat kapan lalu, harus ada kemauan untuk sembuh juga, di quote yang saya pernah baca, mindset juga mempengaruhi, niatan lari ke fisik.

    Anyway mba, aku ngeliat header blogmu keren gituuu, sukak banget, klasik dan coklat!

    1. Kekuatan pikiran ya Mba Rissa πŸ˜„
      Itu temen aku yg bikin mba, namanya Tata, dia work on commission juga kok,gambarnya bagus2. Kalau kapan2 mau minta digambarin atau desain sesuatu,nanti aku kasih kontaknyaa 😊

      1. Rissaid says:

        Wah boleh2 mba Dea, iya selera aku banget waktu liatnya mbaa. Nanti aku lsg kabar2in mba Dea lewat email yang ada d profil ya mba. πŸ™‚

Leave a Reply to Yusuf Saktian Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *