Cinta Negeriku : Alasan Untuk Sebenar-Benarnya Cinta

Beberapa hari yang lalu di apotek, saya dan beberapa orang di apotek sedang senggang dan menonton sebuah acara berita tv yang menyiarkan “kebobrokan” oleh para oknum pelaku korupsi. seorang mbak2 SPG salah satu produk obat tiba-tiba menanyakan kepada saya :

“Mba Dea, bangga jadi orang Indonesia?”

Pertanyaan tersebut sebenarnya simpel, tapi mempunyai arti yang cukup dalam untuk diri sendiri.

Bangga, ya pasti saya bangga. Terlepas dari sebegitu banyaknya tindakan tercela beberapa oknum untuk menjatuhkan,meremuk-redamkan, mengeruk keuntungan serta sumber daya alam di negeri ini, saya masih bangga dan cinta Indonesia. Lantas saya berpikir, apakah setiap generasi muda akan menjawab “ya” pada pertanyaan tadi?

Lalu apa yang membuat seorang pemimpin, penegak hukum, atau sekecil-kecilnya kami yang rakyat biasa ini bisa melakukan tindakan yang mencoreng nama baik diri sendiri maupun bangsa ini?

Apakah semua ini ada hubungannya dengan “kecintaan” atas negeri sendiri?

Untuk saya, setiap saya ditanya apakah saya bangga, saya akan selalu menjawab IYA. Tapi apakah itu jawaban yang ada berdasarkan kata hati saya? Darimana kita tahu ada perasaan cinta, bangga, yang muncul dari dasar jiwa kita sehingga kita bisa menyatakan, “saya cinta Indonesia!”

Oke, mari kita telusuri pemahaman konsep “bangga” :

Kita “bangga” terhadap seseorang karena kita tahu sesuatu positif apa yang ada dalam diri orang tersebut.

Kita “bangga” karena kita tahu ada setiap kekurangan dalam setiap kelebihannya, namun tetap menjunjung tinggi setiap nilai-nilai keluhuran dari kepribadiannya.

Lalu mari kita telusuri konsep “cinta” :

“Cinta” ada karena kita mengenal sosoknya dengan baik.

Mengenal fisiknya, hatinya, maupun kepribadiannya.

Bahkan hal lain seperti hobi, apa yang ia sukai, kebiasaan-kebiasaannya, maupun tetek bengek sepele lainnya yang mungkin menurut orang lain tidak penting, tapi bagimu yang sangat mencintainya, hal tersebut menjadi sangat berharga. Kamu tahu betul dan menjaga ketertarikanmu dengannya.

Cinta itu paripurna. Ketika seseorang yakin akan cintanya, maka ia akan berjuang sekeras apapun untuk memiliki. Dan ketika ia sudah memiliki, cinta yang sesungguhnya seharusnya membesarkan dan menguatkan individunya untuk selalu kearah yang lebih baik.

Ketika saya harus menjawab pertanyaan tadi dengan konsep “bangga” dan “cinta”, maka mungkin jawaban saya mutlak menjadi seperti ini :

Ya, saya cinta dan bangga terhadap Indonesia, tapi sejujurnya, rasa nasionalisme saya kurang, karena saya sendiri kurang mengetahui apa-apa yang menjadikan Indonesia adalah “Indonesia”

Malu. Ya jujur saya malu mengakuinya. Saya akui dengan begitu banyaknya arus modernisasi serta kebudayaan Barat yang masuk dengan mudahnya melalui akses internet dan media massa, menjadikan saya terlena. Lupa akan jati diri serta budaya sendiri. Kemarin, saya sempat diledek orang apotek karena saya tidak bisa berbicara bahasa Krama Alus (bahasa jawa halus) dengan lancar. Sebetulnya hal tersebut adalah guyonan sepele, namun ada sebuah tanda tanya besar pada diri saya.

Saya ini perempuan Jawa asli. Tinggal di Jawa. Tapi kurang lancar berbahasa Jawa halus. Kakimu di bumi tapi mengapa kepalamu selalu mendongak ke langit?

Masih banyak yang harus saya pelajari untuk menumbuhkan kecintaan saya terhadap negeri ini. Antara lain mengenal lebih jauh bahasa, adat istiadat, literatur nasional, sejarah serta lain-lainnya yang membuat Indonesia luar biasa.

“Cinta negeriku” adalah salah satu rubrik baru di blog ini yang bertujuan untuk mengingatkan kembali penulis dan juga pembaca terutama generasi muda tentang kehebatan Indonesia melalui karya-karya literatur nasional, kebudayaan, cerita-cerita asli Indonesia, serta hal positif dari Indonesia yang patut dibanggakan.

Artikel terdahulu :

Cinta Negeriku : “Kami bukan blasteran Dewi dan Si Bodoh!”

Men-jawa-kan Perempuan Jawa


Indonesia ini hebat

Indonesia ini kaya

Indonesia ini pintar

Yuk mulai dengan sumber daya manusia yang mengerti negeri ini sedalam-dalamnya, untuk berkarya sebaik-baiknya!

map-of-indonesia-large


Gambar : disini

Comments

  1. Rissaid says:

    Terimakasih sudah di ingatkan mba. Saya sendiri krg bisa bahasa daerah yg halusnya :”

    1. Hehe sama sama Mba Rissa. Balik ke purwokerto terus ga bisa berbahasa jawa alus sama pasien itu memalukan :”'(

      1. Rissaid says:

        Hehe sabar ya mba Deaa, sebelumnya mba Dea diluar jawa gitu tah?

  2. penulismalas says:

    Mba Dean, perasaan kita sama hahha maksudnyaa kadang bingung juga sih, jadi orang Indonesia tp berbahasa daerah saya aja saya nggak fasih, cuma tau nyebut kata2 lalu bingung merangkai kata..

    pdahal ttp aja sih cinta indonesia

    1. Hahah nasionalisme mah tinggi ya Mba Asti, tapi kalo soal bahasa daerah aku mah apa atuh, remah-remah rempeyeek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *