Pharmacy Talk : Cara Menghadapi Pasien (Audio Blog)

Bekerja dibidang pelayanan banyak memberikan saya pelajaran baru yang tidak bisa saya dapatkan di bangku perkuliahan. Mempelajari berbagai macam tipe dan sifat orang yang berbeda, bagaimana cara meng-handle situasi bermasalah, dan yang terpenting adalah melatih kesabaran.

Kenapa dibutuhkan kesabaran dalam melakukan pekerjaan pelayanan?

Pelayanan kesehatan tentu tidak terlepas dari kata “melayani”. Apapun latar belakang dan kondisi pasien, apapun dan bagaimanapun karakteristik pasien, sabar adalah ilmu pertama yang harus saya pelajari. Karena walaupun kebanyakan pasien yang datang merespon dengan baik dan ramah, tidak sedikit juga pasien yang datang termasuk dalam kategori “difficult person“. Difficult person disini maksud saya adalah orang/ pasien yang kurang bisa berinteraksi dengan baik dan kadang memiliki karakteristik yang kurang lebih unik. Difficult patient ini hampir sama dengan difficult person yang biasa kamu jumpai di kehidupan sehari-hari loh. Nah apa saja sih? Berikut beberapa karakteristik “difficult person” yang kadang saya temui :

1.Pasien Tidak Sabaran

impatience

Saat antrian kasir sedang panjang-panjangnya, ataupun saat asisten maupun apoteker sedang melayani pasien lain, pasien yang satu ini selalu ingin didahulukan. Alasan mereka tidak mau menunggu ada macam-macam dan kebanyakan mereka tidak mau tahu mengenai kondisi apotek yang mengharuskan mereka untuk mengantri.

2. Pasien “punya uang”

Bossy-Boy

Nah tipe pasien seperti ini biasanya bersikap mereka sanggup untuk membeli dunia semua barang di apotek termasuk semua karyawan dan apotekernya. Dalam arti mereka cenderung untuk lebih bersikap bossy dan agak kurang bisa menyampaikan apa yang mereka inginkan dengan bahasa yang lebih halus.

3. Pasien Genit

Walau terbilang jarang, pasien yang satu ini kadang suka menanyakan berbagai alat kontrasepsi yang ada di apotek, cara penggunaannya, perbedaannya, yang jujur, PASTI akan membuat semua karyawan terutama apoteker risih. Dari mulai obat kuat sampai hal-hal sensitif yang dijual di apotek, akan ditanyakan pasien dengan tipe ini.

4. Pasien Obat Penenang

antidepressants_1673710c.jpg

Tipe pasien ini termasuk tipe pasien musiman. Kadang mereka datang dengan membawa resep palsu, atau dengan gamblangnya menanyakan tentang obat yang dilarang dikeluarkan kecuali dengan resep asli tersebut. Kadang mereka mengancam, ataupun beralasan bahwa pasien yang diresepkan tersebut sedang sekarat, ataupun sangat membutuhkan oba-obatan penenang (oke jangan harap saya percaya ya).

5. Pasien “baru 1 bulan”

Ini tipe yang paling membuat saya miris dan sedih. Pasien “baru 1 bulan” adalah pasien yang suka meminta obat-obatan yang bisa digunakan untuk menggugurkan kandungan. Oke untuk kamu yang masih awam, obat tersebut sebenarnya TIDAK diindikasikan untuk hal tersebut. Tetapi ada beberapa obat yang mempunyai efek samping tersebut. Nah obat-obatan itulah yang diawasi peredarannya. Disini kadang saya merasa sedih. Tidak jarang, yang meminta obat-obatan ini adalah para laki-laki dengan maksud memberikan obat itu untuk pasangannya yang *maaf* hamil diluar nikah.


Dari semua tipe-tipe pasien diatas, kadang jujur, sebagai orang yang juga mempunyai perasaan, kadang saya ingin berontak dan menyatakan opini saya terhadap mereka. Tapi tentu saja api tidak bisa dibalas oleh api. Kamu harus menjadi air untuk menghadapi tipe orang-orang seperti ini. Kalau ada pasien yang marah atau bersikap bossy, layani dengan senyum dan sabar.

Pada pasien genit, Cara meng-handle nya bisa seperti ini. Kalau kamu perempuan dan kamu teguh pada pendirianmu, jelaskan dengan bahasa yang tegas dan intonasi yang kuat (bukan dengan gaya bahasa bercanda atau akrab) mengenai kegunaan atau jenis-jenis kontrasepsi atau peralatan kesehatan sensitif lainnya. Tetapi ingat, ada sebuah batasan disana. Ketika yang pasien semakin tidak jelas, kamu berhak untuk mundur dan alangkah lebih baiknya jika karyawan atau asisten laki-laki yang menangani orang-orang seperti ini.

Nah pada pasien obat penenang, saya pernah menjelaskannya disini. Tapi kurang lebihnya sama. Kamu harus bersikap sabar, tenang, dan tetap tersenyum sambil beralasan “Maaf pak, obatnya habis” atau alasan lainnya yang membuat pasien tersebut tidak sanggup untuk beralasan lagi. Pada tipe pasien terakhir yaitu pasien “baru 1 bulan” adalah tipe pasien yang paling bikin saya gemes. tentu saja kamu harus dengan tegas mengatakan TIDAK pada pasien ini. Nah kebanyakan pasien yang datang adalah si laki-laki dengan mudahnya menanyakan obat untuk menggugurkan kandungan. ada yang bersikap jujur dan mengakui bahwa pasangannya sudah hamil tanpa menikah, ada yang beralasan dititipi teman, dll.

Pernah disuatu waktu saya kedatangan pasien seperti ini yang cengar-cengir dan meminta obat untuk pasangannya yang sudah hamil 1 bulan (sungguh, sesungguhnya I want to throw punch in his face) setelah saya jawab tidak ada obat itu di semua apotek, Ia menanyakan “alternatif” yang bisa ia lakukan untuk pasangannya. Seketika saat itu juga langsung saya jawab : “ke KUA saja mas”

Biasanya setelah itu mereka akan malu dan tidak berani lagi untuk datang ke apotek.

Untuk kamu yang tidak bekerja di pelayanan, tipe-tipe pasien ini sebetulnya hampir mirip dengan tipe-tipe difficult person yang biasa kamu temui setiap harinya. Kamu bisa stand up for yourself, atau dengan jelas-jelas menolak sesuatu yang kamu anggap diluar norma-norma kemanusiaan, semuanya terserah kamu. Mungkin terdengar klise, tapi kamu akan tahu seiring dengan semakin seringnya kamu bertemu dengan orang-orang dengan tipe tersebut.

Ingat, sabar bukan berarti kamu lemah.

Dan mengalah, bukan berarti kalah. Itu berarti kamu menang melawan nafsumu untuk mengeluarkan kata-kata yang tidak perlu diucapkan.


Gambar :

Home

http://www.newbridgerecovery.com/

 

 

 

Comments

  1. Rissaid says:

    Tipe ga sabar kdg membuat saya risih juga mba Dea ktk lg ngantri d apotik. Orangnya ngedumel2. Obat kan juga butuh d racik atuh.

    1. Tipe ga sabar ga ngerti kalo apotekernya dibelakang lagi cepet-cepet dan terbatuk-batuk kena serbuk obat yang diulek 😂

      1. Rissaid says:

        Mba, kalau kayak gitu, walau paka masker, apa ga kmgkinan utk alergi juga apotekernya krn tiap hari gitu?

        1. Kalau dari awalnya ga alergi sih ga akan kenapa2 mba walaupun terpapar terus. Nah masalahnya kalau apoteker/asisten ga tau dia punya alergi dengan obat tersebut dan akhirnya terpapar, ya ketauannya setelah meracik, hehe ya resikonya itu sih 😅

          1. Rissaid says:

            Resikonya mayan ya mba. Ada pengalaman kah mba? Soalnya sy sendiri alergi obat2 tertentu, jd ga kebayang klu lg ngeracik trnyata alergi. Dilema kan :’)

          2. Eh mba rissa alergi obat apa aja? Penting banget tuh, Dicatat dan kalau setiap ke dokter bilang mba,oiya dan kalau alerginya banyak,ada kemungkinan mba rissa ga tau sama obat2an yg akan dikasih kalo sakit yg lain2 dikemudian hari.

          3. Rissaid says:

            Nah, kadang sy lupa nyate Mba Dea huhu. Tp Viks 44 itu mesti sesak nafas terus ke UGD hehe. Nggih mba Dea, membantu sekali. Thank you ❤

  2. penulismalas says:

    Tipe pasien yang ‘punya uang’ tuh kadang sampe tega merendahkan orang kalo udah emosi, ‘kamu aja bisa saya beli sekalian dengan tmpat ini’ duh kyaknya di mana mana ya mreka

    1. Dimana2 bangeeet mba Astii…kadang gemeeesss banget.. Tapi sabar2 aja sambil dibawa senyum hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *