Pharmacy Talk : Toleransi Rasa Sakit

Setiap orang mempunyai reaksi yang berbeda saat mengalami sakit. Ada yang bisa menahan dan tidak melakukan tindakan apapun, atau sebaliknya, ingin cepat-cepat sembuh karena satu hal : tidak tahan rasa sakit!

Penelitian pada rasa sakit sangatlah luas dan sulit untuk diukur. Mengukur skala rasa sakit dari 1 sampai 10 juga bukan merupakan hal yang mudah. Setiap orang mempunyai persepsinya sendiri mengenai sakit. Ada beberapa penelitian yang membandingkan wanita dan pria dalam hal ini. Perempuan disebut lebih mempunyai toleransi terhadap rasa sakit karena kemampuannya untuk melahirkan secara alami dengan tingkat kesakitan yang jauh lebih tinggi dari penyakit apapun. Namun disebutkan juga bahwa hormon berperan penting dalam toleransi rasa sakit. Penelitian pada tahun 2009 yang diadakan oleh University of Florida menyebutkan bahwa perempuan menunjukkan sensitivitas lebih tinggi terhadap rasa sakit dan juga lebih sering ke dokter untuk mendapatkan obat pereda rasa sakit/nyeri dibandingkan pria. Apapun itu menurut saya, setiap orang mempunyai persepsi nya sendiri terhadap rasa sakit.

Bapak saya termasuk salah satu yang tidak bisa menahan rasa sakit. setiap beliau merasa sakit, baik kepala, mual, sakit maag atau apapun, Ia akan selalu meminta rekomendasi obat dari saya ataupun kakak saya. Beliau adalah tipikal orang yang ingin selalu sehat dengan jalan pintas. Namun karena umurnya yang sudah tidak muda lagi, keinginannya untuk meminum obat saat sakit melanda harus di saring baik-baik. Ya, tentunya harus pintar-pintar memilah obat–obatan mana yang tidak membawa dampak ke hati maupun ginjal. Namun lain lagi teman-teman saya. Ada yang sanggup menahan dan setelah beristirahat, langsung sembuh. Ada lagi yang selalu menahan rasa sakitnya dan cenderung menyepelekan, berujung mengetahui penyakitnya sudah lebih fatal dari sebelumnya.

Pain_scale

Wong-Baker Facial Grimace Scale

Kedua-duanya, baik yang selalu minum obat saat sakit ataupun menahan rasa sakitnya, menurut saya tindakan yang kurang bijak. Di satu sisi, kita harus dapat memilah sakit mana yang bisa kita tolerir, di sisi lain kita harus mengerti limit/batas toleransi rasa sakit. Satu tips dari saya : Ketika kamu merasa sakit, skala rasa sakitmu. 0 untuk “no pain whatsoever” dan 10 untuk rasa sakit yang sangat tidak tertahankan. Dimana nilai rasa sakitmu? apabila kamu didalam nilai 2-4, masih bisa ditolerir menggunakan obat-obatan yang sudah kamu mengerti betul kegunaannya untuk menanggulangi rasa sakitmu (Obat bebas dan bebas terbatas di apotek) silahkan saja. Atau misal kamu merasa suhu badanmu sedikit lebih hangat dari biasanya, kompres dengan air dingin bisa dilakukan. Tapi apabila rasa sakitmu pada rentang nilai 5-10, jangan sekedar meminum obat biasa atau bahkan menyepelekan rasa sakitmu. Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan tindakan ataupun obat-obatan yang sesuai. Dan tentu saja lebih waspada terhadap kesehatan sendiri adalah wajib dilakukan.

Karena sakit adalah masalah rasa dan kesanggupan untuk mentoleransi rasa.

Artikel ini terinspirasi dari Bapak yang saat ini berada di samping saya dan saat ini sedang “mengenakan” infus dirumah. Get well soon, Pak! πŸ˜€

blackwhite


Sumber : Fillingim et al, 2009. Sex, Gender and Pain : A Review of Recent Clinical and Experimental Findings. University Of Florida. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2677686/#S40title. (Last accessedΒ  July 31st 2016)

 

 

 

Comments

  1. Nur Irawan says:

    Kalo sakit gigi. Ada ukurannya gak?
    Hihihi..
    Apalagi sakit hati(patah hati) , enaknya pake obat apa?
    Cari jalan pintas biar cepat move on xD..
    Semoga bapaknya cepat sembuh…

    1. Ada dong,semua sakit ada ukurannya hehe..
      Sudah sembuh kok sekarang,terimakasih mas Irawan doanyaa πŸ˜€

      1. Nur Irawan says:

        sam sama..
        btw, gimana ukurannya pas sakit hati…?

  2. Rissaid says:

    Semoga lekas sembuh utk Beliau mbak De, jaga kesehatan juga biar kuat jaga. ❀

    1. Makasih mba Rissa,sekarang udah sembuh kok alhamdulillaaah 😊😊

  3. YahyaHy says:

    Serasa ikut kuliah singkat ya baca baca post di sini

    1. Hehehe pengennya sih ngasih tau ttg kesehatan yg sederhana2 aja. Tapi saya takutnya yg baca malah gagal paham kang πŸ˜…

      1. YahyaHy says:

        Gpp, sederhana bagi yang di bidangnya itu udah agak rumit untuk yang awam haha. Saya saja masih lupa kepanjangan NAPZA. Padahal waktu itu ngehafalin pas baca di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *