Bapak “Pulang”

 

IMG-20120303-00814
(Taken in Jayapura, 2012)

#selinganmalam

1 Mei 2016

Tanggal itu merupakan tanggal bersejarah bagi Bapak. Beliau yang sudah mengabdi selama 30 tahun untuk Kemenhut, menghadiri acara serah terima jabatan yang selama ini ia miliki di kantornya. Ya, ia resmi pensiun. Selama 30 tahun menjabat, pada 21 tahun terakhir ia jalani secara terpisah dengan keluarga. Yang pasti dalam 1-2 minggu, bapak akan pulang pada weekend dengan durasi 2-3 hari. Rekor paling lama adalah saat bapak tidak pulang selama 1-2 bulan. Bisa kamu bayangkan berapa jam dan jarak total yang ditempuh Bapak selama 21 tahun ini hanya untuk berkumpul dengan keluarga. Belum lagi rasa dagdigdug karena banyaknya kecelakaan pesawat yang sering terjadi beberapa tahun terakhir. Membayangkannya saja rasanya ngilu.

Karena Bapak sudah resmi lepas jabatan, ia didampingi Ibu, pulang ke Purwokerto. Tapi mereka tidak berdua, ada 3 mantan karyawan Bapak yang siap “mengawal” hingga Bapak sampai dirumah kembali. Berbekal 3 dus Bolu Meranti, 1 dus Bika Ambon, dan 1 koper berisi baju kotor mereka pun pulang. Saya dan kakak-kakak dirumah pun tak lupa membereskan rumah serta menyiapkan makanan untuk “surprise” kecil-kecilan untuk Bapak. Mendoan, soto Sokaraja (makanan khas purwokerto) sengaja kami siapkan untuk tamu-tamu yang datang dari Medan. Yah walaupun gak pake surprise saya juga tau Bapak pasti senang kalau sudah lihat rumah.

Sesampainya dirumah, senyum sumringah muncul di raut muka Bapak. Apalagi melihat cucu-cucunya yang makin hari makin lucu. Kami yang membuat surprise, secara sukses berhasil membuat acara jadi…. agak… garing. Oke, tak apalah. Yang penting semua senang Bapak sudah pulang.

Sampai hari ini sudah hampir seminggu Bapak dirumah. Yang biasanya Bapak hanya dirumah 2-3 hari, paling lama 1 minggu, sekarang Bapak dirumah hingga seterusnya. Yang biasanya Bapak menghabiskan waktu diperjalanan, namun kali ini ia dirumah. Yang biasanya diantar kemana-mana oleh supir kantor, kali ini beliau membeli motor untuk berjalan-jalan dikota ini. Walaupun dirumah ada kendaraan lain, Bapak lebih memilih motor Honda sebagai teman berjalan-jalan.

Dirumah, Bapak sudah menyiapkan segala aktivitas untuk menyibukkan hari-harinya. Antara lain memperindah taman, serta menanam tanaman sayur-sayuran. Ia dan Ibu adalah pasangan yang klop. Mereka sama-sama suka melihat yang hijau-hijau (selain uang, huehehe). Ibu apalagi. dari buah Tin sampai kacang Amazon beliau tanam di taman ini. Dari lovebird sampai ikan juga ada. Tak lain dan tak bukan adalah sekedar untuk mengisi waktu luang dihari tua.

IMG-20160508-WA0002IMG-20160508-WA0003

IMG-20160508-WA0004

(Purwokerto, 2016)

 

Dibalik sifat-sifat Bapak yang rasional dan kadang keras kepala, Beliau adalah figur pria ter-sempurna di hidup saya. Yang pertama, ia seorang yang pintar. tentu saja. Dan yang paling saya kagumi, ia selalu hidup apa adanya, tanpa pernah bersifat hedon ataupun bermewah-mewahan. Beliau dan Ibu selalu pandai mengatur keuangan serta berfikir kedepan. Oiya satu lagi. Beliau tidak neko-neko. Mau naik angkot, jalan kaki, naik motor, mobil, apapun asal sampai dengan selamat ya kenapa enggak. Kalau yang itu sama seperti saya yang pejalan kaki sejati. Urusan baju apalagi. Baju yang ia miliki ya itu-itu saja. Beliau cuek saja tuh. Katanya

“Malu itu kalo kita merugikan orang lain, ngapain mesti malu sih, cuek aja”.

 

Oke, cara cari pria seperti Bapak saya itu dimana sih?

 

Saya cari di semua Online Shop gak ada yang jual.

 

Comments

  1. Mortyfox says:

    Kerennya Ayah Mba Dea !

    Alhamdulillah sekarang bisa kumpul dengan keluarga yaa, hayoo tinggal kurang cucu dari Mba Dea berarti ya ha ha πŸ˜€

    Hmm, cara cari pria hebat seperti Bapak syarat minimalnya pasti jadi perempuan hebat seperti Ibu, sudah belum :p
    (tanya mbaaa gimana cerita Bapak ketemu Ibu.. saya kok jadi penasaran hahaha)

    1. ibu saya dulu mah tukang masak catering yg masakin makanan bapak waktu tugas di bengkulu,padahal 2 2 nya bukan orang sumatra.kebetulan ketemu disana. cinlok deh.
      kalo saya nungguin pasien yang nebus resep di saya,kebanyakan ibu2.kalo ga kakek2.hahaha. susah. jatuh cinta di jaman sekarang itu rumit :p

      1. Mortyfox says:

        Waah lucunyaa, seneng denger cerita2 ketemu begini, temenku ada juga yg sekisah sama ayah mba dea, akhirnya dia sama seorang gadis penjual nasi kuning XD

        Jangan salah mba, bisa aja nanti ibu atau kakeknya ngga bisa dateng, trus anaknya disuruh nebus beuuh.. Teh pucuk diminta nasi ulam tiba, kenyang deh, klop! XD

        1. anaknya nebus :
          dateng ke apotek. nebus resep. bayar. bawa obatnya. keluar. as simple as that. mana ada yg namanya langsung klop, itu mah di ftv doang πŸ˜€

  2. Umur pensiun PNS itu 60 ya kan mbak? kl iya, berarti segenerasi dengan bapak saya yang tahun ini juga berumur 60 th. Di usia sekarang, bapak saya juga seneng banget berkebun, bikin kolam ikan samping rumah. Saking seriusnya, sampe ibuk saya jarang2 ke pasar buat beli sayur hehe.

    Dirawat baik-baik kebersamaan dengan orang tuanya mbak, sebelum tanggung jawab teralih ke significant other πŸ˜€

    1. wih aku baru sadar bales komen nya salah tempat.
      58 ma ya sepantaran laah,iya orang2 tua memang sepertinya banyak yg tipikal sama,sama-sama suka nandur tanduran
      Beliau disini lagi seneng2nya motoran kemana2.termasuk anterin saya kerja. jadi pengganti ojek katanyaοΏΌ
      weh itu mah ga kepikiran,tanggung jawab ke significant othernya mah masih lamaaa huehehe

      1. πŸ˜€

        Cucu bapaknya mbak dea udah berapa? hobi lain selain yang disebut yaitu ngemong cucu πŸ˜€

        1. Bener banget! udah dua, umur 4 tahun sama 1 tahun, gemess banget lagi lucu2nya deh. dirumah bapak sama ibu ya ngemong mereka berdua πŸ˜€

  3. Riviera says:

    Syenangnyaa yaa deee akhirnya gak terpisah jarak beratus ratus ratus kilometer lagii sama bapaak :”D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *