Balada Buku

Untitled

Pernahkah kamu mampir ke toko buku di kota mu?

Bukan, bukan toko buku retail yang tersebar hingga ke pelosok daerah bahkan mancanegara. Tetapi toko buku milik perseorangan yang biasanya bertempat disebuah bangunan kecil, lengkap dengan keunikannya. Di tempat tinggal saya yang bukan merupakan suatu “kota” pun, toko ini sudah sangat jarang ditemui. Kebanyakan tutup buku karena alasan utama : adanya sebuah toko buku retail yang beberapa tahun laluĀ  berdiri disini. Keberadaan toko tersebut, berdampak nyata kepada bisnis toko buku kecil. Beberapa ada yang banting setir menjual stationery serta perlengkapan sekolah, namun tidak sedikit pula yang tutup karena pengunjung yang semakin hari semakin sedikit. Well, pro kontra bisnis seperti ini sudah biasa ditemui di sektor bisnis lainnya. Dari bisnis toko serba ada kecil VS mall, ataupun apotek kecil VS apotek retail, yang seakan tidak ada ujungnya.

Tapi bukan berarti toko buku kecil tidak menyediakan apa yang kamu butuhkan. Beberapa tahun yang lalu, saya sudah menantikan edisi khusus majalah TEMPO bertajuk 100 surga Indonesia. Pada awal terbitnya majalah tersebut, saya pikir hanya perlu ke toko buku retail saja untuk membelinya. Ternyata setelah saya kunjungi, majalah yang dicari tidak ada alias belum datang (katanya). Setiap sudut tukang majalah dikota ini saya datangi. Tetapi hasilnya nihil. Ada satu toko buku lagi yang belum dikunjungi. Ya, toko buku tua itu sudah berdiri sejak lama. Bangunannya yang kecil tidak begitu menarik dilihat. Dulu, saya suka ke toko buku ini saat kecil. Tapi setelah toko buku retail besar sudah berdiri, saya sudah melupakan keberadaan toko ini. Dengan pesimis, saya masuk ke toko yang sudah tidak saya kunjungi bertahun-tahun tersebut. Tidak ada pengunjung selain saya waktu itu. Saya pikir mana mungkin ada majalah baru di toko sekecil ini. Ternyata anggapan saya salah besar, majalah yang saya cari dengan manisnya berada pada tumpukan buku paling atas! So yeah, don’t judge a book by it’s cover. And don’t judge a book store by it’s appereance (Literally).

Tapi sayang, sekarang didepan bangunan tersebut diberi penanda spanduk. Dengan tulisan “DIKONTRAKAN”. Kinda sad when I know this happens. “WHERE ALL THE BOOKS GONE?? apakah akan ada sale 90%?” hehehe tidak segitunya juga sih. Yang saya sayangkan adalah betapa bisnis yang sudah lama seseorang miliki, hilang akibat tuntutan jaman dan juga persaingan bisnis yang makin ketat (mungkin).

Fenomena bisnis besar dan bisnis kecil yang kebetulan juga merupakan book business, di rangkum dengan manis pada sebuah film romance comedy klasik tahun ’98 Berjudul You’ve Got Mail, dibintangi oleh Tom Hanks dan Meg Ryan yang sedang jaya di masanya. Kathleen Kelly (Meg Ryan) adalah pemilik toko buku kecil bernama “Shop Around The Corner” yang merupakan toko buku tua warisan dari ibunya. Sedangkan Joe Fox (Tom Hanks) adalah pemilik dari toko buku retail “Fox Books” yang baru berdiri di sudut kota New York. Mereka tidak sengaja bertemu secara online tanpa pernah tau identitas masing-masing. Namun persaingan bisnis dari masing-masing toko yang mereka miliki, membuat mereka membenci satu sama lain. They hate each other in real life, but when they’re online, they are in love (Well, I know. That’s kind of things happens only in movie. Nowadays meet someone online, could be a little creepy). Sudah pernah nonton film-nya? Kalau belum monggoh bisa ditonton sendiri. But you know what my perspective is about. Tidak ada yang bisa disalahkan dalam persaingan bisnis, bahkan toko buku retail sendiri kini mengalami penurunan pendapatan karena mulai tren nya E-Books yang dapat dengan praktisnya dibawa dan dibaca dalam gadget serta ramah lingkungan (Barnes & Noble (US retail bookstore) VS Amazon).

 

PS : Ah, this movie is soooo charming (well at least for me). I watch it probably a thousand times.


 

Gambar : Disini

Comments

  1. Mortyfox says:

    Noted! masuk list film yg bakal ditonton šŸ˜„

    Wah ke toko buku selain retail ya, pernah di daerah jakpus, memang aura dan suasananya terasa berbeda šŸ˜€

    1. tonton lah mas,selain itu duet maut ini juga tampil di sleepless in seattle, untuk saya yg hopeless romantic, 2 film ini bagus banget hehe.
      eh itu treasure tuh,di bandung juga ada di jalan braga. di purwokerto sih udah punah.. šŸ™

      1. Mortyfox says:

        Waaa baru selesai nonton, F – O – X ! next sleepless in seattle!
        Hati keduanya sama – sama baik bangeet ya mba Dea.., eh jangan ngomong hopeless2 gitu.. fight to the death! Pasti “ceritanya” mba nggak kalah manis šŸ˜€

        *pukpuk purwokerto*

  2. […] film bagus dari seorangĀ penulis (yang suaranya juga merdu) kece satu ini, Mba Deantari diĀ Balada BukuĀ . Thanks mba […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *