Pharmacy Talk : Apakah kamu sudah mengkonsumsi obat secara benar? (1)

 

3 Fakta tentang obat yang wajib kamu ketahui

pharmacy

Salam Sehat!

 

Kali ini saya ingin menulis artikel yang sedikit masuk ke keilmuan saya sebagai apoteker. Yang selama ini biasanya curhat-curhat dan posting cover ukulele yang bikin polusi suara, yang kali ini mungkin agak berguna (mungkin). Artikel ini dibagi menjadi 2 untuk mempermudah kamu memahami lebih detail informasi yang saya tulis.

Pernah minum obat tanpa tau aturan penggunaannya? Biasanya seseorang kurang mengetahui aturan obat yang digunakan apabila orang tersebut membeli di toko dan mini market. Tapi bukan tidak mungkin ketika seseorang membeli obat di apotek, terkadang Apoteker serta AA (Asisten Apoteker) tidak menjelaskan bagaimana aturan obat yang digunakan. Saya sendiri merasa maklum hal tersebut terjadi pada kebanyakan kasus, selama dalam batas kewajaran dan tidak membahayakan nyawa pasien. Yaiyalah, wong Apoteker 1, Asisten 1, antrian banyak. Wajar jika informasi yang kami jelaskan adalah info yang paling penting tentang dosis serta aturan penggunaannya. Tapi lain cerita kalau memang petugas apotek nya males jelasin ke kamu, kalau itu berarti bisa jadi apotek tersebut kurang profesional. Nah karena kebanyakan hal tersebut terjadi, maka kamu wajib mengetahui apa saja aturan-aturan serta info mengenai obatmu. Apakah kamu sudah mengkonsumsi obat secara benar selama ini?

 

Takaran “sendok makan” dan “sendok teh”

sendok

Dosis per “sendok makan” atau “sendok teh” biasa dijumpai dalam sediaan obat berbentuk cair. Pertama, kamu harus mengetahui bahwa :

1 sendok makan ( pada resep ditulis “1 C” (1 cochlear)) = 15 ml per sekali minum

1 sendok teh (pada resep ditulis  “1 cth” (1 cochlear tea)) = 5 ml per sekali minum

 

Tapi, tahukah kamu bahwa  “sendok makan” dan “sendok teh” adalah bahasa yang kurang tepat untuk disampaikan ke pasien?

Karena sangat besar kemungkinan pasien tidak menggunakan sendok takar yang semestinya, lalu menggunakan sendok makan dan sendok teh biasa. Sedangkan, takaran volume pada sendok makan biasa dan “sendok makan” pada resep sangat berbeda. Umumnya volume sendok biasa memiliki volume yang lebih kecil daripada yang seharusnya kita konsumsi. Contoh :

Takaran obat yang seharusnya adalah 1 sendok teh (5 ml). Kamu menggunakan sendok teh biasa dengan daya tampung sebesar 3-4 ml.

Kemungkinan besar hal yang terjadi adalah kurangnya dosis obat yang dikonsumsi. Dan hal tersebut pasti berdampak pada kesembuhan kamu. Selalu tanya berapa ml dosis yang digunakan per sekali minum, dan pleeeasseee setidaknya kamu harus punya 1 sendok takar dirumahmu. Jangan lagi gunakan sendok teh maupun sendok makan biasa ketika minum obat, karena takarannya pasti menjadi kurang tepat.

 

Semua produk jamu “aman” dan “natural”

jamu

Tidak semua produk herbal aman. Jangan terlalu percaya dengan jamu di warung yang belum kamu ketahui jelas cara pembuatannya. Dan biasanya pada saat sidak di warung-warung jamu, ditemukan bahan sintetis obat yang dicampur oleh jamu tersebut. Contohnya obat pereda nyeri serta radang, untuk membuat seolah-olah jamu tersebut langsung berkhasiat. Bisa bayangkan apa efek yang terjadi apabila kamu meminum jamu tersebut secara rutin?

Maka dari itu selalu kenali mbak-mbak tukang jamu mu apa yang kamu minum. Tau betul cara pembuatannya, murni atau tidak, apakah mengandung bahan tambahan atau tidak.

Kalau kurang percaya dengan racikan orang, kamu bisa racik dan buat sendiri. Tapi jangan tanya saya, itu sih kurang tau. kalau saya sih lebih percaya sama ibu tukang jamu langganan saja 😀

 

Durasi penggunaan obat

3 X 1 tablet sehari

Apa yang kira-kira kamu lakukan ketika mendapat obat dengan aturan penggunaan seperti diatas? Apakah diminum pada saat kamu makan pagi, siang dan malam? Mengikuti jam makanmu?

Naah aturan makan yang benar yaitu dengan membagi jumlah jam dalam satu hari dengan durasi pemakaian. Jadi :

24 jam : 3 = 8 jam

Jadi kamu harus minum obat tersebut dengan jarak kira-kira 8 jam tiap masing-masing waktu minum. Untuk menyiasati perbedaan waktu makan dan waktu minum obat yang cukup jauh, kamu bisa memakan sedikit camilan sebelum minum obat (apabila aturan obat tersebut adalah sesudah makan). Selalu ingat-ingat jadwal minum obatmu ya!


 

Gambar :

http://www.glasbergen.com

http://gayahidup.republika.co.id

http://www.vemale.com/kesehatan/21403-aneka-jenis-jamu-tradisional-asli-indonesia-ini-mantap-khasiatnya.html

 

 

Comments

  1. cahlasem says:

    Wah sangat bermanfaat sekali, makasih infonya

  2. Mortyfox says:

    Obat = ngga enak 🙁

    Informatif mbaa, baru tahu ternyata berbeda ya C dan cth rumahan dengan yang khusus untuk takaran. Untung ngga ada takaran yg pake sendok sayur.

    Oiya, oot-polusi udara terakhir, 👀❤👂nya bagus lho 👍😆

    1. deantari says:

      Lah mas,saya aja yang biasa ngulek2 obat suka klenger gara2 serbuknya masuk hidung. Pait hahahha
      Bisa diatuuur pake sendok sayur,mungkin kalo pasiennya hewan yg gede.selama ini sih resep yg masuk kalo ga buat kucing,anjing. Gajah untungnya belom 😂
      Mas, speakernya rusak mungkin…

      1. Mortyfox says:

        Eeeh terhirup? Ngga berbahaya itu mba? boleh pake masker? Hati-hati ya mba..

        Wah, nambah pengetahuan lagi, ternyata bisa merujuk utk pasien hewan juga, aku kira khusus obat manusia aja 😲

        Mba Dea, ada sebuah quote dari Lucius Annaeus Seneca; “kamu bisa bercerita tentang karakter seseorang ketika kamu melihat bagaimana orang itu menerima pujian.”
        Dan mba-nya denial terus nih, atau malu sama kucing meong-meong-meong eh maksudnya malu-malu kucing 😝 XD

        1. deantari says:

          iya harusnya pake masker tapi kadang nekat ga pake hehehe
          Iya saya kadang malu-malu, kadang malu-maluin, tergantung situasi dan kondisi 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *