Survival Guide for A Loner

travel

As the title said, YES I am a loner. Dengan sedikit sifat introvert yang diturunkan dari ayah saya, dan kecenderungan saya untuk “asyik sendiri”, terbentuklah kepribadian saya yang kata orang sedikit aneh ajaib ini. Kemana-mana saya kebanyakan melakukannya sendiri. Terutama untuk jalan-jalan dan traveling. Eiiits.. tunggu dulu. Ini bukan berarti saya tidak menyukai companionship dari teman, keluarga, ataupun bergaul dengan mereka ya. Menurut saya bersama-sama memang lebih baik, tapi kalau keadaan memaksa kamu untuk mandiri dan melakukan apa-apa sendiri, why not? Kamu juga bisa kok menikmati waktumu sendirian!

Biasanya, perempuan mengalami kesulitan didalam mengisi waktu sendirian dibandingkan pria. Mau tau contohnya? Ingat jaman sekolah dulu? Hampir sebagian besar murid perempuan izin ke kamar kecil bersamaan dengan teman perempuannya yang lain. Sedangkan murid pria?mereka melakukan semuanya sendiri. Kok tau? Yaiyalah saya juga perempuan kok! 😀 (FYI, yang dilakukan sebagian besar perempuan di kamar kecil itu mengobrol dan berdandan).

Oke, kalau cuma sekedar ke kamar kecil bersama-sama, masih dimaklumi. Tapiii, ketika kamu melakukan semuanya harus bergantung kepada orang lain, maka hal tersebut yang akan menjadi masalah. Mau jalan-jalan, harus ditemani. Mau ke tempat ini dan itu, harus ditemani orang lain. Well friend, kamu pasti akan merasa hidup kamu terbatasi. Dan kamu akan merasa pemenuhan kebutuhan dan kebahagiaan itu berasal dari orang lain. Terlebih lagi kamu akan merasa membutuhkan orang yang “lebih dari sekedar teman” untuk menemani kamu kemanapun kamu pergi. And that is unhealthy situation. Except, that person is either your family, or your spouse. Kalau itu beda cerita. Saya pun mau (banget) kalau kemana-mana ditemani suami. Sayangnya belum ada. Oke salah fokus. Skip!

Ketika kamu sedang berpergian ataupun traveling, peralatan esensial seperti handphone, dompet (dengan uang yang cukup) dan ID card WAJIB kamu bawa ketika kamu dalam keadaan sendirian. Barang-barang lain seperti headset, buku (e-book,novel/majalah) bisa jadi teman ketika harus makan atau bersantai sendirian disuatu tempat. Kata siapa kamu mati gaya kalau baterai handphone habis? Kamu bisa kok membaca buku ataupun melihat-lihat sekitar.

11363640_1480377835611711_1210606653_n

Yang kedua, jangan merasa karena kamu sendirian, kamu orang yang paling merana dan have nothing to do. Justru dengan kesendirian mu tersebut, kamu bisa lebih mengeksplor keingintahuanmu selama ini. kalau bersama-sama teman kamu akan lebih banyak bercanda dan mengobrol, kali ini kamu memusatkan perhatian hanya untuk dirimu sendiri. Kamu pasti akan bisa mengenal lebih banyak tentang dirimu sendiri yang belum kamu mengerti loh!

world

And last but not least, terlebih untuk para perempuan. Selalu ingat pedoman lama. Jangan pergi ketempat berbahaya dan mengundang kejahatan. Selalu waspada, berpakaian sopan dan tertutup, serta jangan terlihat bingung disaat kamu sendirian, terutama saat traveling. Pastikan kamu sudah tau arah dan tujuanmu, serta cara teraman untuk kesana. Jangan ragu untuk meminta bantuan orang terdekat. Mandiri itu bukan berarti kamu tidak butuh bantuan orang lain. You still need companionship, sufficiently.

 

Happy completely “exploring” yourself!

Good Luck  🙂

backpack


Gambar : https://www.pinterest.com/pin/383017143287704376/

Others are author’s photos.

 

Comments

  1. Aku malah belum pernah travelling yang benar2 sendiri, meskipun dari kota asal sendirian (dan berniat solo travelling) tapi ketika sampai disuatu tempat selalu menemukan kawan baru unt travelling bareng. 🙂

    1. deantari says:

      wah lucky you, Mas. enak dong selalu ada kawan traveling. aku pengen sih punya kawan baru untuk kemana-mana,tapi terlalu malu untuk memulai kenal.hahaa 😀
      kendala untuk traveling juga sih, seringkali, karena aku perempuan,teman dan keluarga yang lebih khawatir tentang perjalananku dibandingkan aku sendiri.

      1. Hehe itulah kendalanya bagi kaum perempuan… tapi bener memang, partner travel itu lbh banyak membantu dlm perjalanan, khususnya dalam hal ingat-mengingatkan dan memanage keuangan 🙂

        Happy travelling!

  2. firafirdaus says:

    eksploring yourself :’)
    kalau saya tunggu ada yang jemput aja deh kak 😀

    1. deantari says:

      saya pun pengennya ada partner yg bersama berangkat dari rumah aja (baca : suami) hahaha..tapi yah kenyataan berkata lain :’)

  3. […] contohnya. Jalan-jalan sendirian, ataupun mengeksplor kota mu sendiri. Kamu juga harus mengetahui taktik untuk jalan sendiri. Asal selalu waspada dan hindari tempat berbahaya […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *