LET’S GET LOST! Yuk ke museum! Edisi Museum Nasional, Jakarta, Indonesia

Museum_Nasional_Indonesia

Kamu masih nongkrong sebatas kafe dan mall aja? masih menganggap image museum sebagai tempat jadul dan ga keren? Well friends, indeed you’re wrong! Banyak banget hal yang bisa kamu lihat dan pelajari dari sejarah nenek moyang kita melalui museum. Ga percaya? Oke, sekarang saya akan mengulas salah satu museum terkeren di Indonesia, dimana lagi kalau bukan di Jakarta, yaitu Museum Nasional!

Museum ini terletak di Jalan Merdeka Barat  no. 12, Jakarta Pusat. Selain kendaraan pribadi, kamu juga bisa menggunakan bus Trans Jakarta Koridor I blok M – Kota, yang kemudian berhenti di halte Monumen Nasional.

DSCN0853

Museum Nasional mulai dibuka untuk umum pada tahun 1868 oleh pemerintah Hindia-Belanda. Nah biasanya nih, sebagian penduduk ibukota mengetahui Museum Nasional sebagai “Museum Gajah” karena di halaman depan museum terdapat patung gajah perunggu hadiah dari Raja Chulongkorn (Rama V) dari Thailand yang berkunjung ke Museum ini pada tahun 1871. Kemudian pada tanggal 17 September 1962 Lembaga Kebudayaan Indonesia menyerahkan pengelolaan museum kepada pemerintah Indonesia, yang kemudian dinamakan Museum Pusat, setelah akhirnya pada tanggal 28 Mei 1979 ditingkatkan statusnya menjadi Museum Nasiional.

DSCN0816

Untuk waktu kunjungan dan tiket masuknya, antara lain:

Senin dan hari besar nasional : tutup

Selasa – Jum’at : 08.00 -16.00

Sabtu – Minggu : 08.00 -17.00

Tiket masuk Dewasa : Rp. 5000,- ; Anak –anak : Rp. 2000,-

Murah banget kan? Nah selain murah meriah, bagi kamu yang ga tahan panas, tenang, sebagian besar ruangan di museum ini menggunakan AC kok! untuk mobilitas pengunjung juga disediakan eskalator serta lift. Banyak sekali hal-hal keren yang bisa kamu lihat dan pelajari di museum ini. Apa aja sih? Yuk kita lihat!

selasar

 Selasar tempat arca-arca

arca

Arca-arca peninggalan kerajaan besar di Indonesia

Museum Nasional terdiri atas beberapa ruangan. Dari pintu masuk, kamu akan mendapati berbagai arca-arca serta stupa peninggalan beberapa kerajaan terbesar di Indonesia di ruangan Selasar. Dan ga cuma melihat-lihat, kamu juga boleh kok ber- selfie ria dengan arca-arca ini!

Lalu masuk ke ruangan selanjutnya adalah ruangan Terakota. Disini berbagai macam keramik peninggalan beberapa negara seperti china, vietnam, thailand, dan eropa berkumpul jadi satu. Jangan kira keramiknya cuma sedikit ya, a lot, i mean there are a LOT of ceramics here. Dari yang ukurannya keciil, sampai keramik tempayan super besaaaarr.

DSCN0817

DSCN0824

DSCN0820

Teman saya Tata, dan tempayan ukuran ekstra besar

DSCN0814

Ruangan edukasi untuk melihat dokumenter peninggalan keramik

Keluar dari ruangan ini, selanjutnya adalah ruangan rumah adat. Di ruangan ini terdapat berbagai desain rumah adat dari seluruh suku di Indonesia, dari sabang sampai Merauke.

rumah adat

DSCN0825

Rumah Kuburan dari Banyumas, Jawa Tengah

Lalu setelahnya, saya berada di ruangan Etnografi khusus Papua. Dan the coolest things are, kita bisa tahu adat istiadat serta berbagai peralatan yang biasa digunakan nenek moyang dari berbagai suku di Indonesia. Ga cuma Papua, ruangan etnografi Sulawesi, Kalimantan, Jawa-Bali, serta Sumatra pun juga ada.

DSCN0826

Ruang Etnografi Papua

DSCN0828

DSCN0833

Replika kamar pemujaan Dewi Sri (dimiliki oleh sebagian bangsawan tradisional Jawa)

DSCN0829

Wayang dan gamelan Jawa

Beralih dari ruangan ini, saya pun menuju ruangan sebelah, tepatnya di lantai 1. Di ruangan ini, kamu bisa melihat berbagai koleksi pra sejarah dari Indonesia, terutama tengkorak dari sangiran yang merupakan masterpiece temuan fosil purba di Indonesia.

DSCN0836

Layout Perkembangan Manusia Purba

DSCN0837

Tengkorak manusia purba dari Sangiran (Homo Erectus VIII ; Hidup pada jaman Plestosen Tengah)

DSCN0835

Replika kehidupan manusia purba

Di area ini, terdapat 4 lantai museum yang bisa kamu jelajahi. Di lantai 2, ada mengenai ilmu pengetahuan teknologi dan ekonomi, antara lain alat perlindungan diri, transportasi, alat komunikasi, arsitektur, aksara dan bahasa, serta mengenai perdagangan dan pajak. Di lantai 3 terdapat berbagai barang peninggalan yang berkaitan dengan organisasi sosial dan pola pemukiman, serta di lantai 4 terdapat sisa-sisa peninggalan emas dan keramik.

DSCN0842

Wadah Obat yang digunakan oleh dukun di suku Batak, Sumatra Utara

DSCN0841

DSCN0845

Untuk kamu yang masih bingung dengan penjelasan saya diatas, atau pengen jalan-jalan tapi terkendala waktu dan biaya, jangan khawatir! kamu bisa menikmati jelajah museum secara VIRTUAL (I know it’s kinda cool,right?) melalui laman virtual Museum Nasional , klik DISINI.

Dan yang keren lagi dari Museum Nasional, disini biasanya terdapat banyak pameran/ exhibition yang dibuka untuk umum. Pada saat saya berkunjung, kebetulan sedang diadakan Science and Technology Fair oleh pemerintah Jerman- Indonesia dari tanggal 5-15 Oktober 2015. Yang menarik lagi, pameran ini gratis!

DSCN0851

DSCN0849

replika bulir pasir yang didalamnya terdapat bakteri, partikel tanah, serta cacing ukuran mikroskopik

sea ecosystem

Melihat ekosistem laut melalui oculus

Buat kamu yang ketinggalan event ini, jangan khawatir, masih banyak event-event menarik yang diadakan di Museum Nasional, info lebih lanjutnya klik DISINI.

Nah, tidak ada kesan jadul ataupun boring di Museum Nasional kan? jangan lupa untuk melihat langsung maupun mengunjungi laman virtual dari Museum Nasional ya! kenali dirimu, kenali asal-usulmu, serta nenek moyangmu.  Karena tanpa sejarah, tidak akan ada masa depan.

Resource from : museumnasional.or.id

Comments

  1. diah says:

    Jd pngen ksanaaa 😀
    Nice article 🙂

  2. Gara says:

    Tempayan obat dari Batak itu terlihat menarik, dan museum ini juga demikian. Salah satu dari museum favorit saya di Jakarta (well, semua museum memang menarik, sih). Ulasan yang bagus! Apalagi sinar matahari sore itu begitu indah, keren sekali.

    1. deantari says:

      Saya tertarik dengan tempat obatnya karena keren sekali,jauh sama box-box p3k jaman sekarang. Ya,saya yang baru pertama kali datang ke museum ini pun juga jatuh hati, it beyond amazing.
      Btw,terimakasih sudah bersedia memberikan comment mas, blog anda inspiratif sekali 🙂

      1. Gara says:

        Eh iya sih, kalau dibandingkan dengan kotak p3k mah… :hehe.
        Wah, terima kasih kembali! Senang rasanya bisa memberi inspirasi :)).

  3. mfadel says:

    Seru, udah pernah ke sana dan pengen main lagi..
    Saya heran karena wisata museum ini tidak serame tempat wisata lain. Padahal dengan segala koleksinya yang menarik dan lengkap harusnya menjadi daya tarik sendiri. Kita nggak bisa ketemu yang kayak gini selain di museum nasional…

    Keren mbak postingannya 😆

    1. deantari says:

      Saya juga pengen banget kesana lagi, tapi kalau kesana saya suka heboh sendiri. Saya juga ga habis pikir kenapa tempat ini gak serame mall. Setiap koleksi di museum ini mempesona buat saya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *