LET’S GET LOST! Edisi Kota Raflesia: BENGKULU

Bengkulu

Pada weekend minggu lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu provinsi di Sumatra, yaitu Bengkulu. Walaupun hanya short trip dengan waktu kunjungan kurang dari 3 hari, tapi saya overly excited pada trip ini karena beberapa hal :  saya sudah lama tidak mengunjungi Bengkulu, kota kelahiran saya, sejak kecil (yes, I was born here) dan kedua trip ini mendadak dan GRATIS! Karena salah satu bude saya (kakak dari ibu) bertempat tinggal disana, jadi tidak perlu menyewa tempat untuk tinggal maupun makan. Jadi saya bisa menemani bude saya untuk pulang, sekaligus berjalan-jalan di kota kelahiran saya ini.

Untuk pergi ke Bengkulu, pertama saya perlu naik kereta dari Purwokerto (tempat tinggal saya) ke Jakarta. Dan tenang aja, banyak banget kereta dari berbagai daerah ke Jakarta. Setelah saya sampai di Stasiun Gambir, saya melanjutkan perjalanan dengan mobil sewaan hingga ke Bandara Soekarno Hatta. Alternatif transportasi lain yang dapat digunakan adalah taksi dan DAMRI. Tapi untuk menghemat uang perjalanan, kamu dapat menggunakan DAMRI untuk sampai ke Soekarno Hatta. Setibanya saya di Bandara, saya masuk dan menunggu diruangan boarding. Maskapai penerbangan yang saya gunakan kali ini adalah Garuda Indonesia. Pilihan lain untuk penerbangan dari Jakarta – Bengkulu pun sekarang sudah beragam, 2 maskapai lain, Lion Air dan Citilink juga bisa kamu andalkan. Penerbangan Jakarta – Bengkulu memakan waktu sekitar 1 jam, cepat kan?

Sesampainya di Bengkulu saya langsung menuju rumah bude saya untuk mengusir lelah. Untuk kamu yang ingin berlibur dan menyewa hotel, tenang banyak pilihan hotel di kota Bengkulu yang biasa digunakan para turis untuk beristirahat. Kamu bisa lihat list nya disini. Saya melanjutkan wisata saya pada hari ke 2 saya di Bengkulu. Pertama-tama saya mengunjungi Fort Marlborough (Benteng Marlborough).

fort marlborough

Benteng ini merupakan peningggalan jaman penjajahan Inggris di Bengkulu, karena selama 140 tahun, Inggris berkuasa disini. Benteng ini dibuat untuk menggantikan Benteng York yang lokasinya kurang baik. Inggris mendirikan benteng ini bertujuan untuk memperkuat kedudukan mereka dari ancaman kolonial Belanda, serta untuk mengatasi kemungkinan ancaman pemberontakan rakyat Bengkulu yang merasa tertekan akan politik penjajahan yang mereka jalankan.

DSCN0724

DSCN0704

DSCN0717

Dari struktur bangunannya, benteng ini sangat kokoh dengan berbagai meriam-meriam pada bagian atas maupun tengah benteng. Pemandangannya cantik, terlebih lagi pemandangan diatas benteng, disini kamu bisa melihat kota Bengkulu dari tugu pers Bengkulu yang bergambar Raflesia Arnoldi maupun hamparan laut yang ada diujung kota.

Destinasi kedua saya adalah Pantai Panjang. Berbeda dengan sebagian pantai di Jawa Tengah, pantai di Bengkulu ini sangat cantik dengan pasir putihnya yang bersih. Tidak ada sampah berserakan dan pasirnya tidak menyakiti kaki ketika dipijak. Kamu tentunya bisa menghabiskan waktu bermain air di pantai ini, maupun menikmati pemandangannya.

DSCN0752pantai panjang

DSCN0756

Selanjutnya saya melanjutkan perjalanan ke sebuah danau di Bengkulu Utara bernama Danau Dendam Tak Sudah. Sebuah nama yang cukup aneh untuk sebuah danau kan? Ternyata, ada kisah menarik dibalik nama danau ini. Konon, ada sepasang kekasih yang cintanya tidak direstui oleh kedua orang tua mereka. Mereka kemudian memutuskan untuk bunuh diri dengan loncat ke danau. Kemudian mereka menjelma menjadi 2 ekor lintah raksasa dan terus hidup dengan menyimpan rasa dendam. Kinda creepy right? Tapi bukan cuma cerita itu kok, tapi ada cerita lain yaitu saat dimana Belanda menduduki Indonesia dan memutuskan untuk membuat danau, tujuannya agar air danau tidak mudah meluap dan mempermudah pembangunan jalan sekitar danau. Tetapi pada kenyataannya pembangunan dam ini terhenti dan tidak pernah selesai. Mereka menyebutnya dengan “Dam tak sudah”.

DSCN0763

Danau Dendam Tak Sudah ini merupakan kawasan cagar alam karena dikelilingi bukit hijau serta menjadi habitat flora dan fauna langka. Nah bagi kamu yang ingin menikmati keindahan danau ini, bisa juga mampir di pinggiran danau ini. Banyak warung-warung yang didirikan disini untuk menarik minat wisatawan yang berkunjung. Kamu bisa menikmati pemandangan danau, sambil minum es kelapa muda yang segar.

Destinasi terakhir saya adalah rumah pengasingan Soekarno di daerah Anggut. Dan pada saat saya pertama kali melihat rumah ini, saya langsung jatuh hati! Bagaimana tidak, dihalaman rumah ini ditanam berbagai bunga warna-warni, serta rumah yang sederhana ini masih dirawat betul oleh pihak pengelola. Dengan uang sebesar Rp. 5000,- saja, kamu bisa melihat keseluruhan rumah, berikut dengan barang-barang yang pernah dipakai Soekarno dimasa pengasingannya.

DSCN0733

DSCN0736

DSCN0737

DSCN0738DSCN0740

Dibelakang rumah ini, terdapat sumur yang konon jika kamu membasuh muka maupun meminum air dari sumur ini, kamu akan menjadi awet muda, sukses, dan sebagainya. Strange isn’t it? Tapi tak ada salahnya apabila kamu ingin mencoba.

sumur

Disini juga, kamu bisa membeli berbagai macam souvenir, poster, serta buku-buku mengenai Soekarno. Namun apabila kamu ingin yang lebih lengkap lagi, disekitar jalan Anggut banyak toko oleh-oleh untuk sekedar membeli jajan maupun pernak-pernik dari kota ini. Berbagai macam jajanan khas Bengkulu antara lain lempuk (Jenang Durian), Sanjay (Singkong dengan bumbu pedas) serta kopi menjadi oleh-oleh andalan kota Bengkulu.

DSCN0744

Makanan yang ada disini pun beragam, warga di Bengkulu kebanyakan menggunakan rempah-rempah serta bumbu pedas dimasakannya. Dan hal yang terakhir merupakan yang paling saya suka, rasanya pengen makan mpekpek terus deh! Karena makanan di Sumatra relatif sama, kamu akan menjumpai makanan yang ada di Bengkulu ini sama dengan makanan di beberapa daerah seperti Palembang dan juga Padang.

Pada hari ketiga, saya pulang dengan rute yang sama dari Bengkulu menuju Purwokerto. Kind of sad karena saya belum bisa melihat icon khas Bengkulu yaitu bunga Raflessia Arnoldi, karena letaknya yang lumayan jauh dari kota. Bunga ini juga tumbuh pada bulan-bulan tertentu. Apabila kamu ingin mengetahui lebih banyak mengenai bunga ini, kamu bisa melihatnya disini.

Comments

  1. Miftah Fauziah says:

    Damn you make me want to visit Bengkulu. I wish I could someday 😘

  2. such an interesting article about Bengkulu deeee hehe. #visitbengkulu2015!
    keep writing 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *